Kesiapan Terminal Bus Jelang Lebaran 2026

  • 06 Mar 2026 10:21 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Terminal merupakan salah satu komponen dari sistim transportasi yang mempunyai fungsi utama sebagai tempat pemberhentian sementara kendaraan umum untuk menaikkan dan menurunkan penumpang dan barang hingga sampai ketujuan akhir suatu perjalanan.

Selain itu juga sebagai tempat pengendalian, pengawasan, pengaturan dan pengoperasian sistem arus angkutan penumpang dan barang, disamping itu juga berfungsi untuk melancarkan arus angkutan penumpang atau barang.

Terlebih saat lebaran 2026 tidak menutup kemungkinan aktifitasnya akan mengalami lonjakan. Menyikapi hal itu seperti yang disiarkan pada komentar bulatin Warta Pagi, Selasa, 3 Maret 2026, untuk mewujudkan situasi yang aman dan nyaman saat lebaran 2026, masyarakat dan semua unsur terkait seperti di terminal Tirtonadi Solo selaku pengelola penumpang melalui jalur darat syogyanya mempersiapkan segala sesuatu keperluan pelayanan pada arus mudik.

Dikatakan penulis komentar, Agus Yoga dari sisi armada untuk mengantisipasi dampak yang timbul saat kendaaraan atau bus beroperasi, perlu dilakukan pengecekan kendaraan secara berkala.

Setiap bus yang masuk terminal sebaiknya dicek untuk memastikan kondisi kendaraan layak jalan dan aman selama perjalanan.

Sementara mengantisipasi sisi kriminal karena padatnya mobilitas pemudik, wajib didirikan posko pengamanan dengan kesiapsiagaan petugas. Langkah itu akan mewujudkan pelayanan kepada para penumpang atau pemudik.

Mengingat penumpang kebanyakan melakukan perjalan jauh dengan berbagai kondisi yang tidak sama sehingga juga perlu di didirikan pos Kesehatan. Selain kondisi terminal yang bersih, prasarana lain yang perlu diperhatikan pengelola terminal seperti lampu penerangan, toilet yang bersih, tempat ibadah yang memadahi serta rambu penunjuk arah.

Tak kalah pentingnya untuk memudahkan pemudik melalui terminal perlu didirikan Posko informasi dengan petugas yang stand by jika ada yang bantuan informasi.

Satu hal lagi yang sering menjadi keluhan masyarakat, pada momentum lebaran ada sebagaian oknum pedagang asongan dan pengusaha rumah makan yang nakal menaikan harga makanan diluar kewajaran. Hal itulah yang perlu disikapi pihak terkait, bahkan jika dimungkinan harga dipampang didepan kios atau pintu masuk,” diakhir komentar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....