Cuaca Mendung, Gerhana Bulan Total Gagal Terlihat di Wilayah Soloraya

  • 04 Mar 2026 10:22 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Observatorium Ponpes PPMI Assalam Pabelan Kartasuro sukses bertindak sebagai host utama dalam siaran langsung (live streaming) pengamatan nasional Gerhana Bulan Total (GBT), Selasa 3 Maret 2026 sore.

Kegiatan yang sudah menjadi agenda rutin tersebut mengusung tema besar yakni "Membedah Rahasia Ayat Kauniyah", itu melibatkan 5 jejaring lintas pesantren dan lembaga pendidikan di Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Keenam observatorium tersebut observatorium SD Muhammadiyah An-Najah Magelang, Ponpes MTA Gemolong, Pondok Tahfidz Yanbu’ul Quran Menawan Kudus, ponpes Al Islam Joresan Ponorogo, dan observatorium ponpes Maskumambang Gresik.

Kepala Pusat Astronomi Ponpes PPMI Assalam, AR Sugeng Riadi mengatakan berdasakan pantauan yang dilakukan dengan menggunakan teleskop GBT tidak bisa terlihat karena tertutup awan mendung yang sangat tebal.

“Ya, kondisi mendung tebal disertai hujan itu juga terpantau di 5 observatorium lain untuk memantau fenomena langka tersebut yang sama-sama melaporkan bahwa kondisi juga menjadi penghambat, sehingga gagal menghasilkan foto maupun video untuk konsumsi live streaming GBT,” ujar AR Sugeng Riadi.

Kepala Pusat Astronomi Ponpes PPMI Assalam, AR Sugeng Riadi saat memberikan keterangan persnya

Terkakit kolaborasi lintas pesantren dan lembaga menurutnya hal itu menjadi bukti berkembangnya jejaring astronomi berbasis pesantren.

“Masing-masing titik bertugas memberikan laporan kondisi langit secara real time untuk memastikan dokumentasi fenomena tetap optimal meski berada di lokasi berbeda,” kata dia.

Meskipun sebagian besar wilayah, termasuk pusat kendali di Surakarta, terkendala cuaca mendung dan hujan lebat, sistem jejaring ini terbukti efektif.

“Keberhasilan koordinasi di bawah bendera Club Astronomi Santri Assalaam (CASA) ini menandai kemajuan signifikan dalam mengedukasi masyarakat mengenai fenomena langit, baik secara ilmiah maupun syar’I,” ujarnya.

Lebih lanjut AR Sugeng Riyadi juga menjelaskan bahwa gerhana kali ini sangat unik karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan.

“Secara ilmiah, pihaknya juga meluruskan persepsi awam mengenai waktu terjadinya purnama,” kata dia.

Sementara itu sembari tim ahli memantau layar teleskop, ribuan jamaah Ponpes PPMI Assalam Pabelan juga melaksanakan Salat Gerhana di Masjid PPMI Assalaam.

Salat Gerhana dipimpin oleh Ust. M. Faisal Rabbani, sebagai imam, dilanjutkan khutbah oleh Ust. Ammar Ali Shahbal, S.

Agenda ini menegaskan bahwa astronomi di lingkungan pesantren bukan sekadar objek penelitian, melainkan sarana memperkuat iman. (Edwi)

google-preference
Audio
Putar Audio

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....