Kebakaran di Solo Capai 106 Kejadian, Lahan Kosong Terbanyak

  • 26 Agt 2026 03:48 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Surakarta mencatat 106 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga 24 Agustus 2026. Lahan kosong menjadi objek kebakaran terbanyak dengan 31 kejadian, disusul bangunan perumahan 15 kejadian dan bangunan perdagangan 14 kejadian.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Surakarta, Indradi, mengatakan data tersebut merupakan catatan kejadian kebakaran sejak Januari hingga Agustus 2026. Dari total kejadian, lahan kosong menjadi objek yang paling banyak terbakar.

Indradi menyebut sebanyak 31 kejadian terjadi pada lahan kosong. Sementara kebakaran bangunan perumahan tercatat 15 kejadian dan bangunan perdagangan sebanyak 14 kejadian.

"Jumlah total kebakarannya yang ada di Kota Solo itu 106 kejadian. Top three-nya yang pertama adalah lahan kosong, itu ada 31 kejadian. Yang kedua adalah bangunan perumahan, ada 15. Kemudian bangunan perdagangan ada 14" katanya saat dihubungi, Senin 24 Agustus 2026.

Menurut Indradi, Kota Surakarta juga memiliki pemetaan wilayah yang memiliki risiko kebakaran lebih tinggi. Pemetaan tersebut mengacu pada dokumen Rencana Induk Sistem Proteksi Kebakaran (RISPK) tahun 2018.

Wilayah dengan tingkat risiko kebakaran lebih tinggi antara lain Kelurahan Semanggi, Pucangsawit, Sangkrah, Mojosongo, Pajang, Danukusuman, Baluwarti, dan Nusukan. Kawasan tersebut memiliki sejumlah faktor risiko, termasuk kepadatan bangunan dan perkembangan permukiman.

Memasuki musim kemarau dengan kondisi cuaca yang panas dan kering, Indradi mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kondisi instalasi listrik di rumah.

"Yang pertama terkait itu perlu mengecek rutin terkait dengan kondisi instalasi listrik yang ada di rumah dan juga terkait dengan penggunaan alat-alat listrik sesuai dengan peruntukannya," ujarnya.

Indradi juga meminta masyarakat menghindari penggunaan terlalu banyak colokan listrik pada satu titik. Kondisi tersebut dinilai berisiko memicu gangguan listrik yang dapat menyebabkan kebakaran.

Selain faktor listrik, masyarakat diminta tidak membakar sampah saat kondisi cuaca panas dan kering. Warga juga diingatkan tidak membuang puntung rokok yang masih menyala, terutama di lahan kosong yang dipenuhi rerumputan, dedaunan, atau ranting kering.

Damkar Kota Surakarta mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Edukasi mengenai pencegahan dan antisipasi kebakaran juga dapat diakses melalui media sosial Damkar Kota Surakarta. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....