Sinergi LPS-UNS: Beasiswa Mahasiswa dan Kolaborasi Riset Strategis

  • 28 Feb 2026 11:47 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bersama Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta resmi merealisasikan kerja sama strategis melalui pemberian beasiswa dan kolaborasi riset berbasis data besar (big data). Seremoni implementasi kerja sama ini dilaksanakan pada hari Jumat, 27 Februari 2026, bertempat di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepakatan yang telah ditandatangani kedua institusi pada Oktober tahun lalu. Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap kualitas pendidikan, LPS memberikan beasiswa pendidikan kepada 20 mahasiswa berprestasi UNS.

Bantuan mencakup pembiayaan biaya pendidikan (UKT) serta tunjangan biaya hidup bagi para penerima manfaat. Program ini dirancang khusus untuk mencetak sumber daya manusia unggul yang memahami seluk-beluk kebijakan publik, ekonomi, dan stabilitas keuangan nasional sesuai dengan fungsi otoritas penjamin simpanan.

Selain bantuan finansial bagi mahasiswa, kerja sama ini juga menunjuk UNS sebagai salah satu dari empat mitra strategis nasional dalam proyek riset bersama. UNS akan berkolaborasi dengan LPS menggunakan pemanfaatan big data untuk menghasilkan kajian kebijakan yang mendalam.

Dalam kolaborasi riset berskala besar ini, UNS bersanding dengan institusi elit lainnya. Diantaranua Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, dan IPB University.

"UNS ini memiliki keunggulan akademik, karena terdapat sejumlah program studi yang telah mengintegrasikan materi mengenai penjaminan simpanan dan stabilitas sistem keuangan dalam kurikulumnya," ujar Ketua Dewan Komisioner LPS, Prof. Anggito Abimanyu, dalam sambutannya, Jumat, 27 Februari 2026.

Pihak UNS menyambut baik langkah konkret ini sebagai upaya mempererat hubungan yang telah terjalin sejak tahun 2013. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Informasi UNS, Prof. Irwan Trinugroho, hadir langsung mewakili universitas.

Menurutnya, konsistensi kerja sama selama lebih dari satu dekade ini telah membuahkan berbagai luaran strategis, mulai dari publikasi ilmiah. Sehingga pengembangan kapasitas mahasiswa relevan dengan kebutuhan industri keuangan.

Implementasi kerja sama ini diharapkan tidak hanya berhenti pada seremoni. Tetapi memberikan dampak jangka panjang bagi ketahanan sistem keuangan Indonesia melalui hasil riset yang kredibel.

Sinergi ini juga menjadi pembuktian bahwa kolaborasi antara regulator dan akademisi sangat krusial dalam merespons dinamika ekonomi global yang semakin kompleks. Melalui data dan kajian yang tepat, kebijakan penjaminan simpanan di masa depan akan memiliki landasan yang jauh lebih kuat.

"Kami berharap, implementasi kerja sama ini semakin memperkuat sinergi antara dunia akademik dan lembaga negara dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul, serta riset berkualitas yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," kata Prof. Irwan. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....