Peredaran Narkotika Sasar Sekolah, Wali Kota Solo Perkuat Edukasi
- 25 Feb 2026 23:33 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dalam memperkuat edukasi anti narkoba, menyusul adanya indikasi peredaran narkotika yang mulai menyasar sekolah. Penegasan itu disampaikan Respati saat menerima audiensi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surakarta, Ventie Bernard Musak dan Wahyu Sumastha, Rabu, 25 Februari 2026.
Dalam pertemuan tersebut, BNN Kota Surakarta melaporkan adanya indikasi penyalahgunaan narkotika di sejumlah wilayah. Bahkan, berdasarkan informasi yang diterima, peredaran narkotika disebut telah menjangkau kalangan pelajar sekolah menengah pertama (SMP).
Respati mengatakan, laporan tersebut menjadi perhatian serius Pemkot Solo. Ia menyebut, edukasi dan sosialisasi akan diperluas hingga ke tingkat SMP yang dinilai rawan terhadap penyalahgunaan narkotika.
“BNN melaporkan wilayah kelurahan mana yang terindikasi terjadi penyalahgunaan narkotikanya yang kini mulai masuk ke SMP. Nah untuk itu kami akan membuat sosialisasi sampai ke tingkat sekolah menengah pertama yang sangat rawan penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.
Ia menambahkan, terdapat indikasi penyalahgunaan obat di lingkungan sekolah yang saat ini tengah ditindaklanjuti. Setidaknya, temuan sementara terjadi di dua SMP dan sedang dalam proses penanganan lebih lanjut.
“Ada indikasi penyalahgunaan obat sampai di sekolah, nanti kepala sekolah dan badan konseling akan kita mitigasi dengan melakukan sosialisasi sampai ke orangtua muridnya. Jadi ini sudah ada temuan setidaknya di dua SMP dan saat ini sedang kita tindaklanjuti sehingga peredarannya bisa kita hambat,” tuturnya.
Selain upaya pencegahan melalui edukasi, Respati juga mendorong BNN dan aparat kepolisian untuk terus menggencarkan penanganan dan penindakan terhadap pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkoba. Menurutnya, langkah tegas diperlukan agar peredaran tidak semakin meluas di kalangan generasi muda.
“Saya menghimbau untuk bersama, termasuk orangtua juga ikut mengawasi anaknya. Karena pola asuh di rumah menjadi yang utama. Dan untuk menghentikan peredaran, harus ada penindakan dan penangkapan tegas dari BNN dan kepolisian,” imbuhnya.
Pemkot Solo berharap sinergi antara pemerintah daerah, BNN, kepolisian, sekolah, serta peran aktif orangtua dapat menekan peredaran narkotika di lingkungan pendidikan. Upaya pencegahan sejak dini dinilai menjadi kunci untuk melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba. (Ryan Assyidiqi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....