BPKH Serahkan Gedung Pusat Ekonomi Islam Kepada UNS
- 10 Feb 2026 15:12 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta resmi menerima hibah bangunan Islamic Economic and Business Center dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang berlokasi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Selasa, 10 Februari 2026. Peresmian fasilitas ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan ekosistem ekonomi syariah di lingkungan kampus sekaligus memperkuat riset serta kajian mendalam mengenai keuangan Islam di Indonesia.
Rektor UNS, Prof. Hartono, menyampaikan gedung ini akan difungsikan sebagai pusat riset serta kajian ekonomi syariah yang komprehensif. Keberadaan gedung baru ini juga menjadi fondasi bagi pembukaan Program Studi (Prodi) Ekonomi dan Keuangan Islam yang direncanakan mulai menerima mahasiswa baru pada semester mendatang sebagai langkah nyata pengembangan akademik.
"Semoga dengan adanya pusat Islamic Economic dan Bisnis ini bisa memberikan manfaat baik untuk warga kampus, khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis, maupun masyarakat Indonesia," ujar Prof. Hartono saat ditemui usai kegiatan.
Prof. Hartono menambahkan, kolaborasi dengan BPKH tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik, namun juga akan dikembangkan dalam berbagai pusat studi. Hal ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Surakarta dan sekitarnya melalui edukasi keuangan syariah yang lebih mudah dijangkau oleh publik secara luas.
Sementara itu, Anggota Dewan Pengawas BPKH, Mulyadi, menjelaskan pembangunan gedung senilai hampir 1 miliar rupiah ini bersumber dari Dana Abadi Umat melalui fungsi kemaslahatan. Menurutnya, pemilihan UNS sebagai mitra didasari oleh status universitas yang berkembang pesat dan posisinya sebagai salah satu pusat pendidikan terbaik di Indonesia.
"Ekonomi dan keuangan Islam itu sejalan dengan BPKH yang dananya dikelola secara transparan dan akuntabel menggunakan prinsip syariat," kata Mulyadi mengenai alasan utama kerja sama tersebut.
Ke depan, BPKH dan UNS berencana melanjutkan kolaborasi dalam bentuk sosialisasi keuangan haji, seminar nasional, hingga program edukasi peranan BPKH di tengah masyarakat. Sinergi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pembangunan infrastruktur pendidikan, tetapi juga pada peningkatan literasi keuangan syariah bagi generasi muda di tingkat perguruan tinggi. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....