Kerusakan Alat Berat Jadi Penyebab Antrean Panjang Putri Cempo
- 09 Feb 2026 16:36 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo, Herwin Tri Nugroho menjelaskan penyebab antrian mobil sampah masuk Putri Cempo yang viral belakangan ini.
Dihubungi wartawan melalui sambungan telepon pada Senin, 9 Februari 2026, dirinya mengaku keterbatasan alat menjadi penyebab antrean panjang.
"Semuanya terkendala ketersediaan alat berat. Kami sedang mengajukan agar bisa mendatangkan alat berat yang dibutuhkan. Karena memang harus ada area-area yang dipersiapkan untuk menempatkan sampah-sampah yang setiap hari datang ke Putri Cempo," kata Herwin Tri Nugroho.
Dalam mengantisipasi, Dinas Lingkungan Hidup akan meminjam alat berat dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) berupa eskavator. Karena dikatakan Kepala DLH, kondisi saat ini hanya ada satu eskavator yang bisa beroperasi.
Sedangkan dalam kebutuhan normal, pihak DLH membutuhkan tiga eskavator untuk pengelolaan sampah di Putri Cempo. Pihak BBWS sendiri dipastikan akan mengirimkan satu eskavator yang akan membantu.
Lebih lanjut, Kepala DLH Solo, Herwin Tri Nugroho menambahkan bahwa pihaknya sedang merapatkan solusi-solusi pengelolaan sampah di tengah keterbatasan alat. Salah satunya dengan membagi waktu pengiriman sampah di masing-masing wilayah.
"Mungkin bisa menunggu dulu tapi tidak menunggu di area Putri Cempo. Ini baru di ukur teman-teman supaya bisa baik dan tidak merugikan. Baru kami hitung, maksudnya itu, bisa juga salah satu alternatifnya termasuk penjadwalan itu. Ini baru kami ukur supaya Bapak-bapak pengangkut sampah itu juga tidak dirugikan dari sisi waktu," katanya menambahkan.
Merinci pada kebutuhan alat berat dalam pengelolaan sampah sendiri, selain tiga eskavator, pihak Dinas Lingkungan Hidup juga memerlukan buldoser hingga loader demi memaksimalkan penanganan sampah di Putri Cempo.
Sebelumnya, antrean panjang mobil sampah masuk Putri Cempo sempat viral dan menjadi sorotan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Salah satunya Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Solo, YF Sukasno. Dirinya mengatakan bahwa tingginya tumpukan sampah membuat longsor, sehingga motor dan mobil pengangkut harus mengantri hingga jalan di selatan kampung Jantirejo.
"Jadi Putri Cempo kondisinya sebetulnya belum full bangat, cuma karena ketinggiannya di atas 15 meter, tumpukan itu longsor, sehingga jalan masuk dari timbangan ke lokasi sebelah Utara tidak bisa dilewati," ucap YF Sukasno. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....