Serap Tenaga Kerja, Wamenaker Sebut SPPG Turunkan Tingkat Pengangguran

  • 08 Feb 2026 18:02 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Kehadiran dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dianggap tidak hanya untuk memberikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) saja. Melainkan juga bisa membantu menurunkan tingkat pengangguran di Indonesia.

Hal itu dikatakan langsung Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor saat berkunjung ke dapur SPPG Sondakan 1, Kecamatan Laweyan, Kota Solo pada Minggu, 8 Februari 2026.

Ditemani Wali Kota Solo, Respati Ardi dan mitra pengelola SPPG Sondakan 1, Dwi Hidayah, Wamenaker Afriansyah Noor menjelaskan setiap SPPG mampu menyerap 47 sampai 50 pekerja.

"Kehadiran SPPG ini sangatlah betul-betul memberikan manfaat untuk resapan tenaga kerja atau relawan. Jadi kalau satu SPPG saja rata-rata 47 orang atau taruhlah 50 orang itu dikali sekarang ini ada hampir 15.000 SPPG yang ditargetkan sekitar 22.000. Nah tentunya membantu untuk mengentaskan pengangguran," kata Afriansyah Noor.

Dikatakan Afriansyah Noor, angka pengangguran di Indonesia sekitar 7,4 juta atau 4,5 persen. Dengan target 22.000 SPPG beroperasi pada 2026, diharapkan mampu menyerap 1,7 juta tenaga kerja.

Selain menilai mampu menurunkan angka pengangguran, Wamenaker Afriansyah Noor juga menyoroti pentingnya penguatan keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 bagi seluruh pekerja dan relawan SPPG.

"Kemudian juga kami dari Kementerian sudah berkolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan bersama BGN. Jadi bagaimana memberikan fasilitas layanan sosial berupa asuransi untuk anak-anak atau relawan yang memang sudah bekerja. Nah, ini akan kita tingkatkan pelayanan untuk K3-nya. Jadi keselamatan, kesehatan kerja penting," katanya menambahkan.

Sementara itu, Wakil Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Solo, Purwanti menceritakan kehadiran 54 dapur SPPG di Kota Bengawan mampu menyerap 1.600an pekerja. Meskipun tidak sepenuhnya berasal dari Solo.

"Jadi memang sebaran sumber tenaga kerja ini 73 persen Solo, sisa yang lainnya itu ada yang dari Wonogiri, ada Boyolali, ada Sukoharjo dan Karanganyar," ucap Purwanti.

Ditambahkan dirinya, serapan pekerja di SPPG yang ada di Kota Solo dari semua aspek. Mulai ibu rumah tangga, fresh graduate hingga lulusan Sekolah Dasar (SD).

"Semua aspek, ada yang rumah tangga, ada memang mereka itu Fresh Graduate, kemudian lulusan SMA, SMK, SD juga. Ada yang Perguruan Tinggi juga ya. Jadi memang sekali lagi kehadiran SPPG ini sangat sangat membantu untuk penyerapan tenaga kerja," ucapnya menambahkan.

Diketahui jumlah dapur SPPG di Kota Solo pada 2026 berjumlah 99 dengan rincian 54 yang sudah berjalan, 10 masih dalam persiapan running dan 35 sisanya masih proses verifikasi Badan Gizi Nasional (BGN). (Dania)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....