Belajar Kehidupan Desa, Ratusan Siswa SMP Muh-PK Stay di Wonogiri
- 04 Feb 2026 16:06 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Sebanyak 150 siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Program Khusus (Muh-PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan home stay atau live in di Kabupaten Wonogiri. Mereka belajar kehidupan ala pedesaan selama tiga hari dua malam di Dukuh Keblokan, Desa Sendangijo, Kecamatan Selogiri, Kamis–Sabtu (29–31/1/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Mandiri dalam Keseharian, Bermakna dalam Kebersamaan”. Selama kegiatan, siswa mengikuti berbagai aktivitas edukatif dan sosial.
Baca juga: Asah Public Speaking, Siswa SMP Muh-PK Kotabarat Hunting Tourism
Para siswa berangkat menuju lokasi home stay pada Kamis siang. Mereka mengikuti kegiatan pembukaan serta prosesi penyerahan siswa kepada orang tua asuh di Masjid Al Ikhlas.

Selanjutnya, para siswa tinggal bersama keluarga asuh dan terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat setempat. Lantas pada Jumat 30 Januari mereka belajar langsung di Home Industri Roti Widoro dan Stek Anggur.
Mereka belajar mulai dari proses produksi hingga praktik sederhana. Sore harinya, siswa mengadakan lomba TPA di Masjid Al Ikhlas yang diikuti anak-anak setempat. Kegiatan dilanjutkan dengan pengajian akbar pada malam hari yang menghadirkan Ustaz Drs. H. Parno, M.Pd.I.
Pada Sabtu pagi, para siswa menggelar Bazar Sembako Murah. Mereka membagikan 200 paket sembako kepada warga.
Menjelang siang, para siswa berpamitan dengan orang tua asuh. Suasana haru mewarnai perpisahan saat siswa menyampaikan ucapan terima kasih dan tali asih.
Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, Muhdiyatmoko, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan home stay menjadi sarana pembelajaran karakter secara langsung.
"Selama tiga hari ini anak-anak belajar hidup mandiri, kebersamaan, dan tanggung jawab di tengah masyarakat. Mereka belajar menjadi panitia lomba, membersihkan rumah tempat tinggal, mengikuti bakti sosial, hingga berinteraksi dengan warga. Nilai-nilai karakter inilah yang ingin kami kuatkan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima rri.co.id Rabu 4 Februari.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat membentuk sikap mandiri dan bertanggung jawab. “Semoga nilai-nilai kemandirian dan karakter ini dapat terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.
Sementara itu, Pragunadi, salah satu orang tua asuh sekaligus Takmir Masjid Al Ikhlas, mengaku senang menerima para siswa. “Warga merasa positif dan senang. Anak-anak rapi, tertib, disiplin bangun subuh, dan sopan. Jika ada kesempatan, kami siap menerima mereka kembali,” ujarnya.
Salah satu peserta, Kavaya Altamizza Ibrahim, siswa kelas VII, mengaku mendapatkan pengalaman berharga. “Saya hidup bersama orang tua asuh, belajar menyapu, mengepel, mencuci piring, dan disiplin. Kegiatan ini membuat saya lebih mandiri dan bersyukur,” ucap dia. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....