Ruwahan, Harga Bunga Tabur di Solo Tembus Rp600 Ribu

  • 02 Feb 2026 15:45 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta :  Memasuki momentum Ruwah atau Sadraan menjadi berkah bagi sejumlah pedagang bunga tabur di sepanjang pasar kembang, Jalan Honggowongso, Solo. Hal tersebut karena tradisi ziarah ke makam leluhur  menjelang bulan Ramadan menjadikan bunga tabur melesat hingga 5 kali lipat dari hari biasanya khususnya bunga mawar, melati dan kenanga juga bunga kantil.

Salah seorang pedagang bunga asal Tampir, Kemusu, Boyolali  Sulami, mengaku melambungnya harga bunga disinyalir selain tingginya permintaan untuk tradisi ziarah. Selain itu dibarengi hasil panen yang sedikit dari daerah  penghasil bunga  wilayah Boyolali seperti Musuk, dan Bandungan menipis akibat cuaca yang kurang mendukung.

Sulami mengatakan dalam sekali membeli bunga paling tidak Rp150 ribu - Rp200 ribu , namun saat ini ia harus membayar Rp450 ribu - Rp500 ribu per ikat dengan berat 3,5 kg.

"Saat ini harga bunga tabur dijual sekitar Rp450- Rp500 ribu pe rikat, dari harga normal yang biasanya Rp150 ribu - Rp200 ribu per ikat," katanya

Selain bunga tabur kenaikan harga terjadi pada bunga melati Rp200 ribu dari hari normal Rp60 ribu per kilogram, Kenanga dari harga Rp10 menjadi Rp25 ribu per kilogram dan Bunga kantil per biji Rp1.500.

Penjual bunga lainnya Triyono asal Musuk, Boyolali yang berjualan sejak 33 tahun lalu mengaku kenaikan harga bunga tabur ini terjadi sejak Natal secara bertahap hingga kini. Dikatakan Triyono kenaikan harga itu saat ini tembus Rp500 ribu - Rp600 ribu satu ikat atau 3,5 kg.

 "Untuk harga satu ikat berisi 3,5 kg seharga  Rp500 ribu -Rp600 ribu dari harga Rp100 ribu - Rp150 ribu satu ikat yang berisi 3,5 kg untuk yang dikemas 1 keranjang seharga Rp50 ribu jika hari biasa Rp25 ribu. Dalam sehari kami bisa menjual 1-2 ikat dengan laba bersih Rp60 ribu," katanya.

Sementara pembeli sekaligus penjual bunga Kardimin asal Dlanggu, Klaten mengaku pada musim ruwahan harga bunga melambung dan permintaan tinggi. Namun ia tetap memnuhi kebutuhan masyarakat yang hendak ziarah.

 "Jadi bunga dijual berdasarkan timbangan, juga melayani eceran. Pembeli bisa mendapatkan bunga tabur mulai dari Rp10 ribu - Rp20 ribu tergantung permintaan," katanya

 Diprediksi puncak sadranan pada Februari  hingga jelang Ramadan harga bunga tabur akan terus melambung. Seluruh pedagang bunga tabur yang berjualan di sepanjang pasar kembang berasal dari Teras, Musuk, Ringin, dan Kemusuk serta Selo Boyolali. (Sifat)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....