Generasi Muda Didorong Adaptif Hadapi Disrupsi Teknologi AI
- 01 Feb 2026 11:35 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta- Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mendorong generasi muda untuk adaptif menghadapi disrupsi teknologi dan perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Hal tersebut dinilai penting agar kehumasan tetap relevan di tengah perubahan lanskap media.
Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri Solo Prime Time 2026 yang diselenggarakan Perhumas Muda Surakarta di Monumen Pers Nasional, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Solo Raya.
Forum diskusi tersebut mengangkat tema disrupsi teknologi, AI, serta lanskap media baru dalam membangun kepercayaan publik. Peserta juga mendapatkan paparan dari narasumber unsur pemerintah, akademisi, dan jurnalis.
Astrid mengatakan, antusiasme mahasiswa menunjukkan meningkatnya minat generasi muda terhadap dunia kehumasan. Menurutnya, kehumasan saat ini tidak bisa dilepaskan dari perkembangan teknologi digital.
“Perhumas Muda Surakarta sudah menginisiasi acara yang luar biasa, karena biasanya Perhumas berbicara tentang kehumasan ketika sudah bekerja, tetapi hari ini mahasiswa sudah mulai berbicara dan belajar tentang kehumasan serta perkembangan digital. Anak-anak muda juga harus bisa memfilter konten digital secara bijak dan menyiapkan konten-konten positif,” ujarnya.
Selain dari unsur pemerintah, kegiatan ini juga melibatkan akademisi dan jurnalis sebagai narasumber. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkaya pemahaman peserta.
Salah satu peserta dari Perhumas Muda Yogyakarta, Himawan, mengaku mendapatkan gambaran baru tentang tantangan kehumasan di era digital. Ia menilai diskusi memberikan sudut pandang praktis bagi mahasiswa.
“Yang dijelaskan tadi adalah bagaimana kita menyikapi kehumasan di era AI dan bagaimana humas mengambil langkah-langkah, misalnya bekerja sama dengan media atau memanfaatkan AI. Menurut saya, AI itu tidak bisa menggantikan humas karena hanya sebagai alat bantu,” katanya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin siap menghadapi tantangan komunikasi publik. Generasi muda juga didorong berperan aktif dalam membangun kepercayaan masyarakat. (Ryan Assyidiqi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....