Luluk Hamidah: 1 Abad NU Saatnya Basis Massa Jadi Kekuatan
- 01 Feb 2026 07:06 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Sragen: Momentum satu abad Nahdlatul Ulama (NU) dinilai bukan sekadar ajang pamer kekuatan basis massa. Menginjak abad kedua, organisasi kelolaan para ulama ini dituntut melakukan lompatan besar: mengonversi kuantitas jamaah menjadi kualitas sumber daya yang diperhitungkan di kancah global.
Pesan bernada reflektif itu ditegaskan Ketua DPP PKB sekaligus Ketua Umum Alumni Perempuan PMII, Luluk Nur Hamidah, saat menghadiri Peringatan Harlah 100 Tahun NU di Sragen, Sabtu 31 Januari 2026.
Baca juga: 1000 Tumpeng Warnai Perayaan 1 Abad Nahdlatul Ulama
Menurut mantan anggota DPR RI dari Fraksi PKB itu, dunia mengakui NU sebagai organisasi Islam terbesar. Lanjut dia ini bukan lagi sekadar wacana, melainkan fakta politik dan sosiologis yang telah diakui para ahli internasional.
"Komitmen NU terhadap NKRI, Pancasila, dan kebhinekaan itu sudah selesai, sudah harga mati. Sekarang, tantangan besarnya adalah bagaimana menguatkan aspek kelembagaan di abad kedua ini," ujar Luluk.
Menurut Luluk, tantangan terbesar saat ini adalah disrupsi. Perubahan lanskap sosial akibat media sosial telah menggeser nilai-nilai lama yang dianut 20 hingga 30 tahun lalu.
"Jika tidak diantisipasi dengan revitalisasi nilai dan konteks teknologi, kebesaran jumlah massa justru bisa menjadi beban, bukan aset."
Ada tiga sektor krusial yang dibidik Luluk untuk segera dikapitalisasi. Antara lain Pemberdayaan Ekonomi, Membangun kemandirian finansial organisasi agar tidak hanya bergantung pada kekuatan politik.
Kemudian Akselerasi Pendidikan, Mendorong pesantren bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang modern tanpa kehilangan jati diri. Lantas mempersiapkan Keunggulan SDM. Menciptakan kader yang mampu bersaing di tengah perubahan geopolitik internasional.
"Harapan saya, NU tidak hanya besar secara statistik. SDM-nya harus unggul, ekonominya harus kuat, dan secara politik harus sangat diperhitungkan," tegas perempuan yang kini menjabat Komisaris Pupuk Petro Kimia itu.
Bagi Luluk, abad kedua NU adalah era pembuktian. Organisasi ini harus mampu mengorganisir basis massanya yang tersebar di seluruh pelosok negeri agar kontribusinya lebih terasa nyata di meja diplomasi maupun di sektor riil ekonomi nasional. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....