Solo Berseri Disiapkan Jadi Identitas Musikal Kota Surakarta
- 29 Jan 2026 22:55 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Upaya penguatan identitas budaya Kota Surakarta dilakukan Pemerintah Kota Surakarta melalui rencana pemanfaatan karya seni sebagai bagian dari branding kota. Salah satunya dengan menjadikan jingle “Solo Berseri” sebagai identitas musikal Kota Surakarta.
Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, saat menghadiri peringatan 100 hari wafatnya Ki Anom Suroto. Kegiatan digelar oleh keluarga almarhum di Kebon Seni Timasan, Sabtu malam, 24 Januari 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Respati menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum. Ia menilai Ki Anom Suroto merupakan tokoh kebudayaan yang memiliki peran besar dalam perkembangan seni dan budaya Kota Surakarta.
Baca juga: Respati Abadikan Ki-Anom-Suroto Jadi Nama Jalan di Solo
Respati mengatakan, Pemkot Surakarta akan meminta izin kepada keluarga almarhum agar jingle “Solo Berseri” karya Ki Anom Suroto dapat digunakan sebagai bagian dari branding kota. Jingle tersebut rencananya akan diaransemen ulang dengan memadukan unsur musik tradisional dan modern.
“Solo Berseri tidak hanya terbaca tetapi juga terdengar dan akan terus hidup, dimainkan di acara formal maupun informal dan pelan-pelan menjadi bagian dan identitas musikal kota Surakarta,” katanya.
Menurut Respati, penggarapan ulang jingle tersebut akan melibatkan seniman lokal dan nasional. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat citra budaya sekaligus mendukung sektor pariwisata Kota Surakarta.
Ia menambahkan, pesan yang terkandung dalam jingle “Solo Berseri” dinilai masih relevan dengan visi pembangunan kota. Nilai bersih, sehat, rapi, dan indah dianggap sejalan dengan upaya mewujudkan Surakarta sebagai kota budaya, pariwisata, dan olahraga.
“Kami tidak ingin meninggalkan pesan-pesan dari leluhur. Kami akan menggunakan lagu ini sebagai semangat baru untuk Kota Solo ke depan bahwa Solo masa lalu adalah Solo masa depan,” ujarnya menambahkan.
Pemkot Surakarta berharap pemanfaatan karya seni sebagai identitas kota dapat memperkuat kebanggaan masyarakat. Selain itu, karya tersebut diharapkan bisa selalu hidup untuk menjadi perjalanan kebudayaan dan pariwisata Kota Surakarta. (Reza/ Wida)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....