Bupati Karanganyar Lantik Kurniadi Maulato Jadi Sekda Definitif
- 28 Jan 2026 16:04 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Bupati Karanganyar, Rober Christanto, resmi melantik Kurniadi Maulato sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kabupaten Karanganyar di Ruang Anthurium, Rumah Dinas Bupati, Rabu 28 Januari 2026. Pelantikan ini dibarengi dengan mutasi dan rotasi jabatan terhadap 14 pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemkab Karanganyar.
Beberapa pejabat eselon II yang menempati posisi baru di antaranya Sri Endah Yuniastuti yang kini menjabat Kepala DP3APPKB, Bakdo Harsono sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan, serta Junaidi Purwanto yang menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial.
Bupati Karanganyar Rober Christanto menegaskan penyegaran organisasi ini bertujuan agar jajaran birokrasi dapat melangkah dalam satu barisan yang harmonis untuk membangun daerah.
“Selamat bertugas kepada Pak Sekda baru, Pak Kurniadi. Semoga benar-benar bisa membawa seluruh ASN yang ada di Kabupaten Karanganyar benar-benar bisa berbaris, melangkahkan barisannya bersama dan kemudian mengilustrasikan semuanya bisa berbarengan,” ujar Rober.
Bupati meyakini dengan penempatan pejabat sesuai kompetensi dan melalui diskusi yang intens, visi Karanganyar ke depan akan tercapai dengan lebih baik.
“Tujuannya sareng-sareng bangun Karanganyar. Semuanya yang mendapatkan tugas baru semoga menambah semangat. Saya yakin dengan kami tidak sendiri, semuanya kita diskusikan sesuai kompetensinya masing-masing,” ucapnya.
Usai dilantik, Sekda Karanganyar Kurniadi Maulato mengakui adanya tantangan besar terkait penyesuaian anggaran dari pemerintah pusat. Saat ini, alokasi anggaran daerah menuntut adanya efisiensi dan ketajaman skala prioritas.
“Ini bukan pemotongan, tapi penyesuaian kebutuhan dari pemerintah pusat. Kita tetap menyesuaikan besaran kemampuan keuangan daerah dengan memprioritaskan program-program yang memang punya skala kepentingan dan urgensi tinggi,” kata Kurniadi.
Meskipun dalam kondisi efisiensi anggaran, Kurniadi memberikan jaminan sektor kesehatan masyarakat tidak akan dikorbankan. Program Universal Health Coverage (UHC) dipastikan tetap berjalan dengan dukungan dana puluhan miliar rupiah.
“UHC insyaallah aman. Di tahun ini kita mengalokasikan 50 miliar rupiah dari tiga sumber dan kekurangannya nanti akan kita tambahkan dari hasil silpa 2025. Prioritas, kalau urusan kesehatan itu prioritas,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....