Hari ke-8, Pencarian Pendaki Mongkrang Diawali Salat Istianah

  • 26 Jan 2026 19:43 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Tim SAR gabungan terus mengintensifkan pencarian pendaki yang hilang di Bukit Mongkrang, Tawangmangu, pada hari ke-8, Senin 26 Januari 2026. Selain mengerahkan ratusan personel, upaya pencarian kali ini juga melibatkan unsur spiritual melalui pelaksanaan salat istianah oleh masyarakat setempat guna memohon kelancaran proses evakuasi.

Kalakhar BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, mengonfirmasi bahwa sekitar 300 orang yang terdiri dari jemaah Muslim Gondosuli Peduli bersama relawan melakukan doa bersama sebelum melanjutkan penyisiran ke area puncak.

“Hari ini untuk pencarian hari yang ke-8, dari BPBD, TNI, Polri, masyarakat lokal dan Basarnas. Kemudian juga dari jemaah Muslim Gondosuli Peduli mengadakan salat istianah, yaitu salat untuk meminta pertolongan kepada Allah SWT. Jumlahnya tadi laporan dari teman-teman sejumlah 300 orang,” ujar Hendro Prayitno saat dikonfirmasi wartawan, Senin 26 Januari 2026.

Setelah pelaksanaan ibadah tersebut, tim gabungan yang dibagi ke dalam 33 SRU (Search and Rescue Unit) langsung bergerak menyisir tiga pos utama. Fokus penyisiran diarahkan kembali ke titik-titik yang sebelumnya dicurigai terdapat tanda-tanda keberadaan penyintas.

“Hari ke-8 ini masih disusuri lagi tempat-tempat yang kemarin dari 7 hari itu dicurigai terdapat tanda-tanda survivor yang ada di situ. Seperti kemarin bau anyir, kemudian ada juga penemuan beberapa barang. Tapi kemarin juga nihil, ini ditelusuri lagi oleh teman-teman relawan,” katanya.

Berdasarkan data update sementara, tim sempat melakukan penyisiran mendalam di dasar lembah Tapak Nogo setelah muncul indikasi bau anyir di atas Pos 3. Namun, hingga sore hari hasil pencarian di lokasi tersebut masih dinyatakan nihil.

Sebagai langkah percepatan untuk pencarian hari ke-9 besok, tim SAR gabungan berencana menerjunkan bantuan teknologi berupa drone dari pihak Bea Cukai Semarang dan Solo. Penggunaan drone diharapkan mampu menjangkau titik-titik sulit di atas Pos 3 yang tidak bisa diakses secara manual.

Selain drone, tim juga akan kembali mengerahkan unit anjing pelacak K-9 serta tim vertikal dengan peralatan keselamatan lengkap. Penandaan rute menggunakan tali rafia juga akan dilakukan untuk memastikan area yang sudah disisir tidak terlewatkan dalam pergerakan pencarian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....