Mahasiswa STIKES Nasional Cegah Cacingan di Desa Gemampi

  • 25 Jan 2026 17:17 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Klaten - Upaya pencegahan anemia akibat infeksi kecacingan dilakukan mahasiswa STIKES Nasional melalui edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pemanfaatan gizi lokal di Desa Gemampir, Kabupaten Klaten. Sasaran kegiatan ini adalah keluarga penambang pasir yang rentan mengalami kelelahan dan penurunan produktivitas akibat masalah kesehatan tersebut.

Edukasi diberikan kepada ibu-ibu PKK sebagai garda terdepan penjaga kesehatan keluarga. Para dosen STIKES Nasional, dr. Endang Widhiyastuti, M.Gizi dan Dwi Haryatmi, M.Si., membekali peserta dengan pemahaman tentang infeksi kecacingan, pencegahannya, serta dampaknya terhadap anemia. Selain itu, tim mahasiswa Prodi D-III Teknologi Laboratorium Medis mengenalkan konsumsi rutin jus bayam dan tomat sebagai upaya sederhana membantu meningkatkan kadar hemoglobin.

Bayam dipilih karena kandungan zat besinya yang tinggi, sementara tomat berperan sebagai sumber vitamin C yang membantu penyerapan zat besi. Kombinasi keduanya dinilai efektif untuk mendukung kesehatan pekerja penambang pasir yang memiliki aktivitas fisik berat dan kebutuhan nutrisi tinggi.

Sebagai penguatan edukasi, kegiatan ini juga dilengkapi pemeriksaan kesehatan sederhana, meliputi pemeriksaan kadar hemoglobin dan pengukuran tekanan darah bagi peserta dan anggota keluarga penambang pasir. Hasil pemeriksaan tersebut digunakan sebagai sarana edukasi agar masyarakat memahami kondisi kesehatannya sejak dini.

Selain itu, dilakukan simulasi enam langkah cuci tangan pakai sabun dan air mengalir sebagai bagian penting penerapan PHBS untuk memutus rantai penularan kecacingan. Peserta juga mendapat penjelasan mengenai waktu-waktu penting mencuci tangan, terutama sebelum makan, sebelum menyiapkan makanan, dan setelah beraktivitas di area tambang.

Pengenalan jus bayam dan tomat dilakukan melalui simulasi pembuatan secara langsung. Ibu-ibu PKK diajak memilih bahan segar, mencuci dengan benar, serta mengolah jus secara higienis menggunakan peralatan sederhana. Pendekatan ini menunjukkan bahwa minuman sehat dapat dibuat sendiri di rumah dengan cara mudah dan terjangkau.

Salah satu peserta mengaku kegiatan tersebut memberi pemahaman baru tentang pentingnya gizi dan kebersihan. “Ibu-ibu jadi tahu kalau tomat itu penting supaya zat besi dari bayam bisa lebih terserap. Setelah diajari cuci tangan yang benar dan dicek Hb, kami jadi lebih peduli kesehatan,” katanya, Jumat 23 Januari 2026.

Kegiatan ini diinisiasi oleh tim mahasiswa PPKM Prodi D-III Teknologi Laboratorium Medis STIKES Nasional, yakni Teresa Gietta Mulya Permadani, Mirsya Rachela, Marcella Ayudha Revalina, Fanny Rahmawati, dan Anugrah Mareta. Rangkaian acara ditutup dengan pembagian doorprize, penyerahan vandel apresiasi dari kepala desa, serta sesi foto bersama sebagai penanda komitmen bersama menjaga kesehatan keluarga penambang pasir. (Indah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....