Kronologi Kericuhan Penyerahan SK Menteri Kebudayaan Keraton Surakarta
- 19 Jan 2026 16:22 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Kericuhan terjadi dalam agenda resmi penyerahan Surat Keputusan Menteri Kebudayaan di kompleks Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Minggu (18/1/2026). Insiden ini memicu ketegangan terbuka di lingkungan keraton dan menjadi sorotan publik.
Kericuhan bermula sejak pagi hari sebelum acara dimulai. Sekitar pukul 09.30 WIB, kubu pendukung Paku Buwono XIV Hangabehi berupaya membuka pintu Kori Gajahan yang terkunci dari dalam. Sejumlah abdi dalem bersama GKR Wandansari atau Gusti Moeng dan KPH Edy Wirabhumi membawa tangga untuk membuka kunci pintu, namun aksi tersebut memicu adu mulut dengan pihak lain.
Ketegangan berlanjut saat rombongan Gusti Moeng dihadang oleh kubu Paku Buwono XIV Hamangkunegoro ketika menuju Ndalem Wiworokenjo. Adu argumen berkembang menjadi aksi saling dorong hingga aparat kepolisian turun tangan mengamankan situasi.
Situasi kembali memanas saat Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersiap menyerahkan SK kepada KGPA Tedjowulan di Sasana Parasdya. GKR Panembahan Timoer Rumbay tiba-tiba naik ke podium dan menyampaikan keberatan secara terbuka.
“Sejujurnya kami keluarga besar PB XIII dan putri PB XII sebetulnya kami ini seperti tidak diorangkan, tidak diundang,” kata Timoer.
Aksi tersebut memicu adu mulut antar kubu hingga sejumlah abdi dalem meminta GKR Panembahan Timoer turun dari podium. Setelah dialog singkat dengan Menteri Kebudayaan, pihak yang keberatan meninggalkan lokasi, dan acara akhirnya ditutup dengan doa dalam suasana tegang.
Pemerintah mengatakan penunjukan KGPA Tedjowulan untuk menjaga dan memanfaatkan kawasan cagar budaya Keraton Solo adalah karena perawatan dan revitalisasi yang mendesak. Pemerintah menemukan bahwa banyak struktur sejarah membutuhkan perawatan khusus selama peninjauan lapangan. (Ase)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....