Kemendikdasmen Bakal Perkuat Inovasi dan Literasi Digital

  • 16 Jan 2026 12:47 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan transformasi besar-besaran untuk mengatasi kesenjangan kualitas pendidikan di Indonesia.

Dalam pertemuan illmiah MKKS SMP Se-Subosukawonosraten (Sukoharjo, Boyolali, Surakarta, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, Klaten) di Gedung Budi Sasono, Sukoharjo,Kamis 15 Januari 2026 Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq memaparkan langkah strategis yang menyasar infrastruktur hingga kesejahteraan guru.

“Ya, fokus utama tahun ini adalah percepatan digitalisasi dan perbaikan fisik. Dimana pemerintah menargetkan rehabilitasi hampir 60.000 sekolah di seluruh Indonesia serta membagikan lebih dari 288.000 perangkat interaktif untuk mendukung pembelajaran,” ujar Wamen.

Selain itu, menurutnya kurikulum baru akan diperkuat dengan mata pelajaran Coding dan Kecerdasan Buatan (AI) guna membangun literasi digital yang bertanggung jawab sejak dini.

Lebih lanjut disampaikan bahwa peningkatan kualitas tenaga pendidik juga menjadi prioritas. Apalagi saat ini masih terdapat 250.000 guru yang belum berkualifikasi S1 atau D4, pemerintah menyiapkan beasiswa untuk 150.000 guru tahun ini.

Wamendikdasmen (depan tengah baju putih) berfoto bersama peserta pertemuan ilmiah MKKS SMP Se-Subosukawonosraten

“Melalui program tranformasi tersebut Kemendikdasmen berharap para guru dapat segera mengikuti sertifikasi PPG, sehingga dapat tuntas dalam 3 hingga 4 tahun ke depan demi meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi mereka. Oleh karena itu peran Guru Bimbingan Konseling (BK) juga diperkuat sebagai garda terdepan penjaga kesehatan mental siswa,” kata dia.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (disdik) Pemkab Sukoharjo, Havid Danang memberikan peringatan keras kepada para guru di wilayahnya.

“Kami tim dari Disdik juga akan sering melakukan inspeksi mendadak untuk mengevaluasi kualitas pengajar secara langsung, menyusul laporan adanya guru yang sering meninggalkan kelas,”ujarnya.

Havid Danang juga tidak segan mengambil tindakan tegas bagi guru yang terbukti bolos di jam kerja, mulai dari pembinaan hingga sanksi penurunan angka kredit.

“Selain itu, Disdik Sukoharjo akan memperkuat karakter siswa melalui berbagai pelatihan dan kegiatan religi untuk membangun kemandirian anak didik,” katanya.(Edwi

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....