Pidato HUT ke-53 PDI-P, Teguh Prakoso Sindir Kinerja Respati

  • 11 Jan 2026 08:07 WIB
  •  Surakarta

KBRN,Surakarta: Puncak HUT PDI Perjuangan di DPC PDI-P Kota Solo dilaksanakan dengan sederhana, Sabtu (10/1/2026). Dalam momentum tersebut tokoh senior PDI-P yang juga mantan Wali Kota Solo Teguh Prakoso menyoroti kinerja Wali Kota Respati Ardi.

Pantauan rri.co.id HUT PDI-P diwarnai potong tumpeng dan juga refleksi perjuangan panjang partai berlambang banteng moncong putih itu. Meskipun berlangsung khidmat, tetapi tanpa kehadiran struktural partai dan anggota fraksi PDI-P DPRD, lantaran sedang mengikuti Rakernas di Jakarta Utara.

Baca juga: Aria Bima Pimpin PDI-P Solo

Sejumlah kader senior turut hadir seperti James August Pattiwael, Paulus Haryoto, Yulianto Indratmoko, Ety Isworo, Roy Saputro, mantan anggota DPRD Hartanti dan mantan Plt DPC PDI-P Solo yang juga mantan Wali Kota Solo Teguh Prakoso.

Dalam kesempatan itu Teguh sempat diminta memberikan pidato sekaligus membakar api perjuangan para kader muda. Teguh kemudian menyoroti kinerja Wali Kota Respati Ardi yang dinilai kurang tepat.

Teguh menyiratkan kekecewaannya terhadap Respati karena hanya mengurusi parkiran kendaraan dan proyek-proyek penunjukan langsung (PL) di kelurahan-kelurahan, ketimbang mengurusi masyarakat.

"Sing saiki Wali Kotane ora mikir rakyate, ning mikir parkiran. Ono ya kepala daerah mikire parkiran. Kepala daerah mikire proyek PL-PL neng kelurahan. Oalah gusti Allah, apa ora ana gawean," ujar dia.

Teguh mengungkapkan bahwa periode ini PDI-P tidak memiliki wakil di eksekutif. Tapi menurut Teguh, masih banyak tokoh dan teman yang konsisten di jalur perjuangan rakyat. Mereka tanpa mengenal lelah bekerja melayani masyarakat, walau tidak ada kader PDI-P di eksekutif Solo.

"Hari ini kita memperingati 53 tahun PDIP. Tokoh-tokoh masih konsisten, teman-teman masih bekerja untuk melayani masyarakat. Biar pun hari ini kita tidak mempunyai eksekutif," ucap dia.

Baca juga: Penjelasan Teguh Soal Rudy Mundur dari PDI-P Jateng

Teguh mencontohkan perjalanan panjang 25 tahun terakhir PDIP di Kota Bengawan. Dimulai dari Wali Kota Solo Slamet Suryanto kemudian Joko Widodo (Jokowi), FX Hadi Rudyatmo, hingga Gibran Rakabuming Raka, dan Teguh Prakosa.

"Menikmati 20 tahun mulai Wali Kota kita Pak Slamet Suryanto, sampai Pak Jokowi-Rudy, Pak Rudy-Pak Purnomo, sampai ya Pak Wapres dengan saya. Terakhir saya enam bulan, yang empat bulan cuti kampanye," kata politikus yang pernah menjabat PLT DPC PDI-P Kota Solo itu.

Melalui peringatan HUT ke-53 PDIP, Teguh meminta semua kader PDIP jangan dulu merasa bangga. Sebab perjuangan sedang terus berjalan. PDIP harus bisa mengikuti perubahan zaman atau perpolitikan nasional.

"Peringatan ini untuk merefleksikan sebagai kader partai jangan bangga dulu. Ini perjuangan baru berjalan, baru akan melangkah. Kita harus mengikuti perubahan zaman atau politik nasional," ucap dia.

Sementara itu Ketua DPC PDI-P Solo Aria Bima melalui video yang ditayangkan disaat acara menyampaikan beberapa poin penting. Di antaranya bahwa perjuangan PDI-P bersama rakyat yang berpihak kepada kebenaran sebagai dasar pengabdian. Melalui refleksi 53 tahun PDI-P harus tetap berpihak kepada rakyat. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....