Damkar Surakarta Catat Kenaikan Kegiatan Penyelamatan 83,57 Persen

  • 03 Jan 2026 01:06 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Kegiatan penyelamatan atau rescue yang ditangani Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Surakarta mengalami peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir.

Dari data yang dimiliki Pemadam Kebakaran Kota Surakarta, mencatat jumlah kegiatan rescue tahun 2025 meningkat 83,57 persen dari tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta, Indradi, menjelaskan pada tahun 2024 jumlah kegiatan penyelamatan tercatat sebanyak 757 kasus, sementara pada tahun 2025 meningkat menjadi 1.351 kegiatan penyelamatan.

“Kegiatan penyelamatan kalau kita bicara data 2024 dan 2025 itu meningkat 83,57 persen. Dari 757 kegiatan penyelamatan menjadi 1.351,” ujar Indradi saat ditemui seusai kegiatan penyerahan armada damkar di Kantor Damkar Pos Induk Jebres, Jumat pagi (2/1/2026).

Indradi menyebutkan, peningkatan tersebut menjadi dasar penguatan operasional unit rescue Damkar. Saat ini, Damkar Surakarta baru memiliki satu unit mobil rescue dengan perlengkapan khusus, sehingga tambahan kendaraan operasional sangat dibutuhkan untuk menunjang kegiatan penyelamatan.

Dirinya juga menambahkan, sejak September 2025 Damkar Surakarta telah membentuk unit rescue khusus yang bermarkas di Posko Induk. Sementara itu, untuk penanganan rescue skala kecil seperti pelepasan cincin, evakuasi ular, dan sarang tawon masih dapat ditangani oleh petugas di pos wilayah.

“Untuk rescue yang membutuhkan peralatan khusus seperti water rescue dan vertical rescue, kami bentuk tim tersendiri karena semua peralatannya ada di posko induk,” ujarnya menambahkan.

Indradi merinci dari seluruh layanan evakuasi non kebakaran, tiga jenis kegiatan yang paling banyak ditangani adalah evakuasi sarang tawon, evakuasi ular, dan animal rescue lainnya. Ketiga jenis layanan ini mendominasi laporan masyarakat sepanjang dua tahun terakhir.

Mmeskipun perlengkapan rescue saat ini masih mencukupi, penambahan peralatan tetap dibutuhkan mengingat tingginya intensitas penggunaan, seiring jumlah kegiatan penyelamatan yang terus meningkat. (JK/Reza)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....