Jembatan Winong Diresmikan, Jateng-Jatim Kembali Terkoneksi
- 23 Des 2025 23:04 WIB
- Surakarta
KBRN, Sragen: Jembatan Winong yang menghubungkan wilayah Sragen Jawa Tengah dengan Ngawi Jawa Timur selesai dibangun setelah ambrol diterjang banjir pertengahan Desember 2024. Jembatan yang dibangun ulang dengan anggaran Rp5,7 miliar tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Sragen Sigit Pamungkas, Selasa (23/12).
Peresmian dilakukan melalui penandatanganan prasasti dan pemotongan pita yang disaksikan puluhan warga. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sragen juga menyapa masyarakat dari Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, serta Desa Tunggul, Kecamatan Gondang.
Baca juga: Sidak Jembatan Winong, DPRD Minta Diselesaikan Lebih Cepat
Jembatan baru ini memiliki ukuran yang lebih panjang dibandingkan jembatan lama peninggalan Belanda yang dibangun pada 1938. Sigit Pamungkas menjelaskan jembatan tersebut sebelumnya dikenal dengan nama Jembatan Mondokan.
"Jembatan lama ambrol akibat diterjang banjir besar pada 2024," kata Bupati.
Setelah pembangunan selesai, nama jembatan diganti menjadi Jembatan Winong Elok, dengan tambahan kata elok karena bangunan baru dinilai lebih baik dan lebih indah dibandingkan jembatan lama.
"Kalau Jembatan Mondokan bisa bertahan 87 tahun maka jembatan yang baru diharapkan bisa bertahan selama 100 tahun. Saya tidak bisa membangun jembatan sendiri, maka yang membangun kontraktor," kata dia.
Baca juga: Bupati Pastikan Pembangunan Jembatan Winong Rampung Sesuai Target
Sigit mengatakan pembangunan Jembatan Winong Elok merupakan bagian dari proyek infrastruktur jalan dan jembatan tahun 2025. Proyek tersebut mencakup 69 paket pembangunan jalan dan tujuh paket jembatan dengan total anggaran Rp102,5 miliar.
Jembatan Winong Elok sendiri menjadi penghubung antara Kabupaten Sragen dan Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Setelah jembatan diresmikan koneksi yang terputus satu tahun lamanya kini kembali tersambung.
"Jembatan ini lebih panjang dan lebih lebar dua kalo lipat daripada jembatan lama. Awalnya jembatan hanya sepanjang 11 meter diperpanjang menjadi 24 meter. Lebarnya dari awalnya 4,5 meter diperlebar menjadi 8 meter. Jadi masyarakat bisa lebih nyaman. Ekonomi masyarakat lebih lancar. Yang mengantar sekolah bisa lancar. Aktivitas sosial lainnya lebih baik," kata dia menerangkan.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen Aribowo Sulistyono mengungkapkan proyek jembatan tersebut telah dilakukan serah terima pada Jumat (19/12/2025). Ia menyebut nilai kontrak pembangunan mencapai Rp5,707 miliar dari pagu anggaran Rp5,75 miliar.
"Konstruksi jembatan dibuat lebih kuat karena pada bagian bawah dilengkapi groundsill atau ambang dasar sebagai penahan fondasi," kata dia
Sementara itu Anggota DPRD Sragen Joko Supriyanto berharap kembali terhubungnya Jateng dan Jatim akan meningkatkan perekonomian bagi kedua wilayah.
"Jembatan ini sangat vital karena menghubungkan dua provinsi. Jadi setelah kembali tersambung harapan kami jalur pulih dan meningkatkan perekonomian masyarakat," ujar politikus Partai Gerindra itu. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....