Wamentan Panen Raya Padi di Sukoharjo
- 01 Des 2025 20:31 WIB
- Surakarta
KBRN, Sukoharjo : Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mendorong petani di Sukoharjo untuk melakukan olah tanam padi empat kali dalam setahun.
Hal itu untuk mewujudkan program prioritas swasembada pangan secepatnya.
Usai panen raya padi di Desa Joho, Kecamatan Mojolaban, Senin (01/12/2025) Wamentan melihat kabupaten Sukoharjo terkenal sebagai daerah salah satu lumbung padinya padi di Jawa Tengah sehingga potensi pertanian yang cukup besar itu harus dimaksimalkan.
“Ya, swasembada pangan dan ketahanan pangan menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Dimana dalam program tersebut didukung infrastruktur pertanian dan anggaran yang memadai hingga regulasi sebagai acuan utama pelaksanaan program swasembada pangan,” Wamentan Sudaryono.
Lebih lanjut disampaikan Wamentan, dalam satu tahun, Presiden Prabowo Subianto menerbitkan 19 regulasi untuk mendukung percepatan swasembada pangan dan ketahanan pangan yang berdampak distribusi pupuk bersubsidi lebih lancar.
“Bahkan pemerintah juga menurunkan harga pupuk bersubsidi agar para petani bisa lebih mudah dan cepat mendapatkan pupuk bersubsidi,” kata dia.

Wamentan Sudaryono berfoto bersama Bupati Etik Suryani, Dirjen Tanaman Pangan dan Kadispertan Sukoharjo Bagas Windaryatno
Wamentan Sudaryono juga meminta para petani sebagai garda terdepan di Sukoharjo untuk menjaga kekompakan dan kebersamaan untuk mewujudkan program swasembada pangan.
“Jaga kekomp[akan agar para petani di Sukoharjo tetap menjadi garda terdepan guna mewujudkan swasembada pangan,” ujarnya
Bupati Etik Suryani kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Pemkab Sukoharjo memberi atensi khusus terhadap sektor pertanian dengan mengalokasikan anggaran miliaran rupiah untuk bantuan petani serta sarana penunjang pertanian,” ujar Etik.
Menurutnya, panen raya bukan hanya seremoni, akan tetapi harus menjadi momentum untuk mensyukuri hasil kerja keras para petani.
“Keberhasilan sektor pertanian di Sukoharjo berkat kolaborasi harmonis antara petani, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder,” kata dia.
Sebagai penyangga padi di Jawa Tengah Bupati Etik Suryani jika, kabupaten Sukoharjo produksi beras selalu surplus dan menjadi rujukan daerah lain.
“Bahkan pada tahun 2024, mencatat surplus beras sebanyak 142.553 ton,” katanya.
Selama ini produksi pertanian di Sukoharjo ditopang lahan sawah seluas 20.475 hektare. Mulai dari sawah irigasi teknis, irigasi setengah teknis, irigasi sederhana, dan sawah tadah hujan. (Edwi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....