IWAH 2025 Perkuat Jejaring Budaya Asia di Surakarta

  • 24 Nov 2025 20:43 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dipilih menjadi tuan rumah International Workshop on Asian Heritage (IWAH) 2025 yang berlangsung pada 24–27 November 2025 di UNS Inn Surakarta.

Kegiatan ini menjadi bukti konsistensi kota dalam jejaring kreatif, baik sebagai KaTa Kreatif Indonesia subsektor pertunjukan sejak 2019 maupun anggota UNESCO Creative City Network (UCCN) subsektor Craft and Folk Art sejak 2023.

IWAH 2025 mengusung tema “Menjalin Masa Depan: Warisan Asia, Kreativitas, dan Keberlanjutan Budaya” sebagai bentuk penguatan integrasi warisan budaya dalam pembangunan kota. Surakarta dipilih sebagai tuan rumah karena kekayaan tradisi dan kreativitasnya yang terus hidup.

Tahun ini, IWAH diikuti 82 peserta dari Malaysia, Thailand, Vietnam, Belanda, dan Indonesia. Mereka terdiri dari 63 mahasiswa serta 19 mentor dari kalangan akademisi dan profesional arsitektur dan perancang kota. Peserta mengikuti kuliah virtual sejak 25 Oktober 2025 dan kegiatan luring berupa pembukaan, kunjungan situs pusaka, serta studio perancangan.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian UNS, Prof. Fitria Rahmawati, menegaskan IWAH menjadi momentum penting bagi penguatan jejaring riset internasional.

“IWAH ini sudah cukup lama dikolaborasikan antara Indonesia, Malaysia, Vietnam, dan Thailand. Pertama kali diselenggarakan pada 2015 di Bangkok, dan tahun ini UNS menjadi host karena Solo merupakan salah satu creative city UNESCO,” ujar Prof. Fitria kepada wartawan, Senin (24/11/2025).

Ia menambahkan kontribusi UNS dalam konsorsium ini berdampak besar terhadap pengembangan akademik dan riset internasional.

“UNS membuka peluang riset kolaborasi, joint supervision, bahkan double degree. Tahun ini kami menerima 76 pendaftar pos doktoral dari seluruh dunia. Ini menunjukkan minat global yang cukup besar,” katanya.

IWAH sendiri merupakan agenda dua tahunan yang digagas sejak 2015 oleh lima konsorsium universitas Asia Tenggara: Rajamangala University of Technology Thanyaburi Thailand, Universiti Teknologi Malaysia, Mahasarakham University Thailand, Hanoi University of Civil Engineering Vietnam, serta UNS sebagai satu-satunya institusi dari Indonesia.

Ketua kegiatan, Dr. Kusumaningdyah Nurul Handayani menjelaskan peserta akan mengkaji empat klaster pusaka Surakarta, yakni Laweyan, Kauman, Ngarsopuro–Gatot Subroto, dan Pecinan.

“Permasalahan seperti gentrifikasi dan modernisasi menjadi pembelajaran penting ketika membicarakan masa depan urban heritage di Asia Tenggara. Rekomendasi desain dari kegiatan ini akan kami sampaikan ke Pemerintah Kota Surakarta melalui UNS,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan kegiatan ini melibatkan kolaborasi berbagai institusi pendidikan di Solo serta asosiasi profesional.

“Mentor tidak hanya dari akademisi, tetapi juga profesional dari Ikatan Ahli Rancang Kota Jakarta. Ini juga akan disounding sampai ke tingkat asosiasi,” katanya.

Melalui kehadiran peserta lintas negara, IWAH 2025 diharapkan mampu memperkuat identitas budaya, memperluas jejaring kreatif, serta melahirkan gagasan inovatif untuk pemanfaatan warisan budaya secara berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini membuka peluang penelitian bersama serta program kebudayaan yang memberi manfaat jangka panjang bagi kawasan Asia dan komunitas global. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....