IMF 2025, Semangat Diplomasi Budaya Topeng di Surakarta

  • 15 Nov 2025 03:04 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: International Mask Festival (IMF) 2025 resmi digelar di Pendopo Balai Kota Surakarta, Jumat (14/11/2025) malam.

Pembukaan perhelatan budaya topeng internasional yang memasuki tahun ke-12 ini, ditandai dengan pemukulan kenong yang dipimpin langsung Walikota Surakarta Respati Ardi, dengan didampingi Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Event, Kemenpar RI, Nova Arisne, serta Founder IMF Raden Ayu Irawati Kusumorasri.

Walikota Surakarta, Respati Ardi, menyampaikan puji syukur atas terselenggaranya IMF 2025 yang telah menjadi agenda tahunan kota.

"Penyelenggara IMF setiap tahunnya menjadi bukti nyata bahwa Kota Surakarta terus berkomitmen menjaga eksistensi sebagai kota budaya, tempat di mana tradisi, kreativitas dan modernitas dapat berjalan berdampingan," ujar Walikota saat menyampaikan sambutan.

Mengangkat tema "Awesome Mask" pada tahun ini, Walikota Respati Ardi menjelaskan topeng tetap menjadi medium menakjubkan di tengah perubahan zaman. Topeng mampu menyampaikan pesan kemanusiaan yang universal tentang identitas, kejujuran, dan refleksi diri.

“Melalui festival ini, Pemerintah Kota Surakarta berharap akan lahir semakin banyak kolaborasi lintas daerah dan lintas negara dan Kota Surakarta ingin terus membuka diri menjadi ruang dialog dunia luar,” kata Resapti.

Walikota menambahkan Pemkot berkomitmen terus mendukung kegiatan seni karena kebudayaan adalah jiwa dari pembangunan.

"IMF 2025 menjadi ruang kolaboratif yang mempertemukan seniman, masyarakat, dan penikmat budaya, disemarakkan oleh pertunjukan tari topeng yang magis, Konferensi Internasional, Pameran Topeng, serta bazar kriya lokal yang menyatukan unsur seni, edukasi, dan ekonomi kreatif," katanya.

Di kesempatan yang sama Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Event Kemenpar RI, Nova Arisne, menyampaikan IMF menjadi event yang membanggakan karena telah tiga kali berturut-turut masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN), program prioritas Kemenpar RI, yaitu pada tahun 2021, 2024, dan 2025.

“Tentunya hal ini menunjukkan bahwa festival ini memiliki kualitas kesinambungan penyelenggaraan dan juga memiliki daya tarik budaya yang kuat,” ujarnya.

Nova menuturkan, Kemenpar memandang IMF bukan sekadar ajang pertunjukan seni, melainkan ruang diplomasi budaya yang mempertemukan beragam ekspresi dan nilai kemanusiaan.

"Topeng dalam tradisi Nusantara adalah medium refleksi atas kehidupan, menyimpan filosofi tentang kejujuran, keberanian, dan transformasi diri," katanya.

Menurut Nova, event ini berperan penting dalam pembangunan ekosistem pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.

"IMF membuka ruang kolaborasi antara pelaku seni, komunitas lokal, dan pelaku UMKM untuk menciptakan pengalaman wisata yang otentik, sekaligus mendorong nilai ekonomi yang berpihak kepada masyarakat," katanya.

Terpisah, Founder IMF, Dr. Raden Ayu Irawati Kusumorasri mengungkapkan, festival ini bertujuan untuk mengangkat topeng sebagai warisan bernilai dan menjadi wadah diplomasi budaya.

“Filosofinya, topeng dijadikan alat untuk diplomasi budaya dengan berbagai daerah, negara, bangsa, dan yang terutama itu antar manusianya. Ada suatu ikatan atau koneksi yang terjadi dan ini membuat suatu keharmonisan dalam kehidupan kita,” katanya.

Disisi lain, Ketua Pelaksana IMF, Putri Premesti Wigaringtyas menjelaskan IMF 2025 menampilkan total 21 pertunjukan, yang terdiri dari 15 delegasi dari Nusantara termasuk Solo, Tegal, Banyumas, Semarang, Riau, Yogyakarta, Jakarta, Wonosobo, dan Bali, serta enam delegasi dari luar negeri yang mewakili Korea Selatan, Myanmar, Taiwan, Hongkong, dan Malaysia.

"Rangkaian acara mencakup Konferensi Topeng Internasional (IMO) yang digelar pada Sabtu pagi, pameran topeng di lobi depan Pendopo, serta Bazar UMKM kuliner dan craft dengan melibatkan 30 tenant," ucapnya.

Memes, sapaan akrabnya mengatakan, IMF sendiri telah masuk tahun kedua dalam daftar 110 event nasional unggulan Karisma Event Nusantara, yang menunjukkan komitmen kuatnya untuk sustain ke depan. Untuk menarik minat generasi muda, panitia menggunakan trik dengan menghadirkan seniman luar negeri dan artis nasional.

“Harapan saya, mereka (generasi muda) akan tahu, terbuka wawasannya dan mereka akan bangga dengan kepemilikan topeng Nusantara ini. Merekalah nanti yang memegang estafet pelestarian dan pengembangan topeng,” ujarnya.

Adapun, International Mask Festival 2025 digelar selama 2 hari mulai dari Jumat (14/11/2025) hingga puncak acara pada Sabtu (15/11/2025) malam.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....