Rayakan Jota Joti, Kwarcab Pramuka Surakarta Gandeng Orari dan RRI

  • 20 Okt 2025 03:36 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Surakarta mengadakan kegiatan Jambore On The Air (Jota) dan Jambore On The Internet (Joti) yang diikuti 180 peserta dari penggalang dan penegak pada Jumat (17/10/2025).

Pada Jota Joti 2025 ini, Kwarcab Pramuka Kota Surakarta menggandeng Radio Republik Indonesia (RRI) dan juga Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) lokal untuk membantu para anggota berkomunikasi dengan seluruh wilayah pramuka di Indonesia.

Ditemui disela-sela acara, Ketua Harian Kwarcab Pramuka, Ahyani, menjelaskan bahwa dengan berkolaborasi bersama RRI serta Orari, tentu bisa mengajarkan cara berkomunikasi yang baik terhadap wilayah lainnya.

Kolaborasi Kwarcab Pramuka Kota Surakarta bersama Orari dan RRI mensukseskan kegiatan Jota Joti 2025 (Foto: RRI/ Joko)

"Kerja sama dengan RRI dan Orari, akan memberikan dampak yang lebih luas kepada adik-adik pramuka. Dengan fasilitas dari RRI yang memiliki signal luas yang bisa di dengar secara internasional. Saya berterima kasih sekali dengan fasilitas tempat yang diberikan RRI Surakarta untuk membantu mensukseskan Jota Joti," kata Ahyani.

Sementara itu, Ketua Orari Lokal Surakarta, Sumartono Hadinoto mengatakan sangat senang bisa ikut andil dalam kegiatan jota joti 2025.

Dengan kolaborasi ini, Sumartono mengatakan bahwa pihaknya akan siap membantu memberikan pengetahun tentang berkomunikasi yang baik dan benar melalui frekuensi gelombang radio.

"Kita dengan berkomunikasi bisa menjalin persaudaraan dan dengan berkomunikasi kita bisa banyak belajar, bersama Orari lokal Kota Surakarta ini kami akan memberikan pengetahuan bagaimana berkomunikasi yang baik dan benar. Kami berharap bisa memberikan banyak pengetahun berkomunikasi yang baik, benar dan berdampak untuk semuanya," ucap Sumartono Hadinoto.

Sekitar 180 anggota pramuka Kota Surakarta mengikuti Jota Joti 2025 di RRI Surakarta (Foto: RRI/ Joko)

Meskipun saat ini berkomunikasi melalui jaringan gelombang radio sudah mulai ditinggalkan seiring perkembangan zaman, namun Sumartono meyakini bahwa berkomunikasi menggunakan jaringan radio tidak bisa dihilangkan, salah satunya jika terjadi hal-hal emergensi.

"Tapi pada saat emergensi masih sangat dibutuhkan, karena pada saat bencana apapun yang tidak kami inginkan, infrastruktur dari Pemerintah maupun swasta lumpuh. Sehingga bisa segera memasang peralatan untuk berkomunikasi ke daerah bencana agar tersampaikan kepada siapaun masyarakat," ucapnya menambahkan. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....