Pasca Viral Grup Medsos Menyimpang, Astrid Merasa Prihatin
- 25 Sep 2025 02:30 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Pasca viral ditemukannya grup media sosial (medsos) yang dianggap menyimpang dan juga data penemuan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) terkait 15 siswa terjangkit virus HIV Aids di Kota Solo, Wakil Wali Kota Astrid Widayani merasa prihatin.
Ditemui setelah menghadiri acara lomba Sekolah Ramah Anak pada Rabu (24/9/2025), Astrid Widayani mengatakan bahwa setelah mendengar kabar berita yang beredar, dirinya merasa prihatin dan berusaha menguatkan serta mengingatkan kepada OPD untuk bisa menuntaskan masalah yang ada.
"Mendengar berita-berita tersebut tentu sangat prihatin tetapi juga terus menguatkan dan mengingatkan ke seluruh pihak baik OPD terkait maupun satuan-satuan pendidikan. Nah, ini juga penting nanti makanya tadi saya sampaikan ada hubungan yang baik, komunikasi yang baik antara orang tua, kemudian pihak sekolah, pemerintah dan juga masyarakat secara umum," kata Astrid Widayani.
Ditambahkan Astrid Widayani, Pemerintah Kota bersama seluruh stakeholder, khususnya Organisasi Perangkat Daerah (OPD), saling bekerja sama untuk terus berupaya menghalau isu yang ada, agar tidak semakin meluas.
"Jadi, ini merupakan kerja sama bersama ya kerja sama atau upaya bersama untuk bisa menjaga kota Solo tetap aman dan nyaman untuk anak-anak," katanya menambahkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Kristiana Hariyanti, menjelaskan bahwa pihaknya akan bergerak cepat untuk mencegah merebaknya kasus.
"Tentunya harus melakukan pendampingan, pertama pencegahan sebetulnya itu selalu harus kami lakukan supaya tidak terjadi seperti yang kita dengar selama ini dan itu selalu kami dorong untuk selalu dilakukan," ucap Kristiana Hariyanti.
Lebih lanjut, Kristiana Hariyanti mengatakan bahwa memang perlu adanya pendampingan kepada anak-anak, agar tidak berdampak dan berkepanjangan.
"Karena efeknya, dampaknya dari beberapa kejadian yang dialami oleh anak-anak kita ini kan luar biasa, berkepanjangan. Sehingga memang perlu ada pendampingan dari kami. Itu wajib hukumnya istilahnya ya. Harus kami lakukan artinya untuk bagaimana memang ini dukungan kami terhadap masyarakat ya," ucapnya menambahkan.
Terkait grup medsos yang dianggap menyimpang sendiri, sudah dihapus oleh Komdigi atas permintaan Diskominfo SP Kota Solo. Penghapusan ini dilakukan pasca viral dan dianggap sudah tidak sesuai dengan norma yang ada. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....