Wawali Surakarta Astrid Widayani Kukuhkan Pengurus Baru Forsar
- 31 Jul 2025 04:50 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Wakil Wali Kota, Astrid Widayani mengukuhkan pengurus baru masa bakti 2025-2028 Forum SAR (Forsar) Kota Surakarta di pendhapi Rumah Dinas Wali Kota, Loji Gandrung pada Rabu (30/7/2025).
Acara pengukuhan ini juga dihadiri Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surakarta, Nico Agus Putranto dan juga Wakapolresta, AKBP Sigit. Dalam kepengurusan baru ini, Forsar akan dikomandoi Slamet Mulyadi dari SAR Universitas Sebelas Maret (UNS).
Ditemui setelah melakukan pengukuhan kepengurusan baru Forsar Surakarta, Wakil Wali Kota Astrid Widayani berharap Forum SAR (Forsar) ke depan tidak hanya berfokus pada penanggulangan bencana saja, melainkan juga kepedulian terhadap lingkungan.
"Forsar ini tidak hanya dalam penanggulangan bencana, termasuk mitigasi bencana, edukasi sejak dini untuk masyarakat bagaimana kita bisa menanggapi apa yang terjadi di sekitar kita termasuk mungkin kepedulian terhadap lingkungan ya, kita tambahkan di situ. Jadi tidak hanya sifatnya kebencanaan tapi juga antisipasi atau mitigasi kebencanaan," kata Astrid Widayani.
Ditambahkan Astrid Widayani, dirinya berpesan untuk Forsar bisa terus menjalin komunikasi aktif kepada stakeholder terkait dan juga Pemerintah Kota, agar ke depannya bisa terus paham serta siaga dengan segala potensi kebencanaan yang akan terjadi.
"Terus bangun komunikasi yang secara aktif dan positif kepada Pemerintah Kota Surakarta, seluruh stakeholder terkait yang diundang hari ini supaya kita tetap siap siaga apapun yang terjadi, kapanpun bencana itu kita insya Allah siap dan saya sangat memberikan apresiasi, salut yang selama ini sudah dijalankan oleh teman-teman relawan," katanya menambahkan.
Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surakarta, Nico Agus Putranto, berharap Forsar dengan kepengurusan baru tidak hanya berfokus pada tanggap darurat saja, melainkan juga kesiap-siagaan bencana.
"Tentunya dengan Forsar yang sekarang kami harapkan tidak hanya pada saat tanggap darurat saja. Jadi sekarang peran Forsar juga mulai kesiap-siagaan bencana, tanggap darurat bencana, dan juga sampai dengan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi bencana," ucap Nico Agus Putranto.
Nico menambahkan bahwa kurangnya koordinasi yang sering terjadi, bisa dirubah dalam kepengurusan baru. Dirinya juga mendorong kolaborasi antar setiap lini bisa terus dilakukan dengan baik dalam penanganan bencana.
"Kendala yang paling sering terjadi itu memang kurangnya koordinasi. Tentunya kita akan bangun terus koordinasi dan kolaborasi terutama sekarang ini sudah pola pentahelix untuk penanganan bencana, sehingga harus terus kita pupuk. Selain itu juga hambatan di penanganan bencana, kendala-kendalanya tentunya posisi-posisi setiap kejadian bencana berbeda-beda," ucapnya menambahkan.
Ada 16 kelompok yang tergabung dalam kepengurusan baru masa bakti 2025-2028, yakni SAR MTA, SAR UNS, Basarnas, SAR Snake hingga SAR Rajawali Merah Putih. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....