Gibran Segera Revitalisasi Keraton Surakarta, Ini Daftar Kerusakan BCB
- 07 Feb 2023 17:14 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memastikan revitalisasi bangunan Keraton Kasunanan Surakarta dilaksanakan tahun ini. Diharapkan revitalisasi menyentuh bangunan ikon Kota Solo dan Keraton.
Berdasarkan master plan Keraton Surakarta, sejumlah bangunan cagar budaya (BCB) mengalami kerusakan parah. Di antaranya Panggung Sanggabuana, Sitihinggil, Sasana Mulya termasuk garasi kereta dan mobil di belakang Masjid Paromosono.
Putri Paku Buwana (PB) XII GKR Wandansari Koes Moertiyah itu menyampaikan, sudah menyerahkan grand desain yang terakhir kepada Wali Kota Solo. Dari dokumen itu ada prioritas renovasi dan kerusakan bangunan.
"Yang kelihatan adalah Panggung Sanggabuana. Sitihinggil yang memprihatinkan, yang mayungi Nyai Setomi (Pusaka Keraton). Terus garasi kereta dan mobil, di belakang Masjid Paromosono, semua ke barat wes meh ambrol ndalemnya," beber GKR Wandansari saat dikonfirmasi, Selasa (7/2/2023).
Baca juga: Revitalisasi Keraton Surakarta Segera Dimulai
Kemudian dari sekian bangunan cagar budaya yang kondisinya rusak ada yang paling urgent untuk direnovasi. Di antaranya adalah Sasana Mulya dan Sanggabuana.
"Paling mendesak itu Sasana Mulya dan Panggung Sanggabuana yang jadi ikon keraton dan Surakarta," kata adik Raja PB XIII yang akrab disapa Gusti Moeng itu.
Seingat Gusti Moeng, Panggung Sanggabuana terakhir kali direnovasi pada tahun 1989. Bangunan itu didirikan oleh PB III, kemudian diteruskan oleh raja-raja berikutnya.
"Renovasi Panggung Sanggabuana itu pernah dilakukan di 1989, udah lama banget. Itu didirikan PB III, sempurna pada masa PB IX dan pada PB X itu renovasi besar-besaran dan membuat bangunan di luar Keraton seperti Pesanggrahan-pesanggrahan itu," bebernya.
Baca juga: Keraton Masuk Proyek Prioritas Gibran
Dia melanjutkan, renovasi yang dilakukan Pemerintah terakhir kali pada 2018. Sebelumnya ada sejumlah bangunan bersejarah yang diperbaikinya.
"Yang sudah kita susun terakhir dengan PUPR itu atap kamar pusaka, bangsal Sumorokoto, Kamandungan beserta kanan kirinya gedong kereta itu. Kalau yang mengerjakan Sinuhun itu Sasana Wilopo dan Pendapa Marcukundo dan atap museum serta plafonnya yang dulunya gedek (anyaman bambu) itu udah diganti kayu jati, itupun sudah ngelotok karena kayu jati muda."
Pihaknya menunggu komunikasi lanjutan dengan Wali Kota Gibran. Seiring Wali Kota telah mendapatkan anggaran revitalisasi dari Kementerian PUPR.
"Kami nunggu, karena Mas Wali sudah dapat cantolan nantinya akan bentuk tim kan seperti yang kami sampaikan kemarin dari Pemda Keraton dan PUPR untuk membicarakan lagi. Dan (kebutuhan) dihitung kembali mestinya," pungkas Gusti Moeng. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....