Kementerian LH Kukuhkan Pesantren Assalaam sebagai Kader Gerakan Sadar Sampah
- 08 Mar 2025 19:35 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta : Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam, Pabelan Kartasura Sukoharjo, menjadi salah satu pesantren yang mendapat kehormatan dikukuhkan sebagai Kader Gerakan Sadar Sampah oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.
Pengukuhan tersebut dilakukan secara langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Dr. Hanif Faisol Nurofiq melalui daring, Sabtu (08/03/2025).
Kendati demikian untuk acara di PPMI Assalam Pabelan juga dihadiri Nur Adi Wardoyo Staf Ahli Menteri Sumber Daya Keanekaragaman hayati dan Sosial Budaya, serta Kepala DLH Pemkab Sukoharjo Agus Suprapto yang secara simbolis memberikan bantuan untuk pelestrarian lingkungan di PPMI Assalaam.
Acara ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran lingkungan, terutama dalam hal pengelolaan sampah di kalangan pesantren.
Staf Ahli Menteri Sumber Daya Keanekaragaman hayati dan Sosial Budaya Nur Adi Wardoyo mengatakan, Gerakan Sadar Sampah itu bertujuan untuk mengedukasi masyarakat, terutama di lingkungan pesantren, tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik.

"Program ini merupakan bagian dari Aksi Peduli Sampah Nasional 2025, yang mencakup delapan sektor, yakni pesantren, pantai, gunung, mangrove, desa, pasar, sekolah, dan kampus," ujar dia.
Melalui kegiatan tersebut Kementerian juga berharap gerakan ini akan mempercepat perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.
"Sebab dari sisi ilmu pesantren sudah memahami dan saatnya menjadi contoh tidak hanya bagi internal pesantren namun juga bagi masyarakat umum," ujarnya.
Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), rata-rata timbunan sampah per kapita di Indonesia mencapai 0,74 kg per hari.

Kepala Bagian Umum PPMI Assalaam, Nur Kholis mengatakan, sebagai pesantren dengan 2.100 santri, PPMI Assalaam telah menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung gerakan ini.
Menurut dia, pesantren yang terletak di kecamatan Kartasura itu juga telah mengimplementasikan berbagai program pengelolaan sampah, baik sampah anorganik maupun organik.
"Untuk sampah anorganik, Assalaam memiliki Laboratorium Pusat Pengolahan Sampah Assalaam (LP2SA), yang bertugas untuk memilah dan memproses sampah agar bisa dimanfaatkan kembali. Sementara itu, untuk sampah organik, seperti sisa makanan dari para santri, PPMI Assalaam memelihara ikan seperti patin, gurame, dan lele. Tahun lalu, panen ikan patin mencapai 4 ton, sementara pada 2019 tercatat 9,2 ton. Hasil panen tersebut kemudian dibagikan kepada seluruh santri dan keluarga besar Assalaam," ujar dia.
Dr. Arkanudin Budiyanto, M.I.Kom, Sekretaris PPMI Assalaam, menegaskan bahwa kebersihan merupakan bagian dari iman.
"Kami mendidik santri untuk menjaga kebersihan lingkungan. Dengan lingkungan yang bersih, Insya Allah, proses belajar mereka akan semakin lancar," ujarnya. (Edwi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....