Assalaam Prediksi 1 Syawal 1447 H Berpotensi Jatuh pada 21 Maret
- 19 Mar 2026 14:40 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Sukoharjo - Awal Syawal 1447 Hijriah atau Idulfitri 2026 diperkirakan berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Prediksi ini disampaikan Kepala Pusat Astronomi Assalaam Observatory, AR Sugeng Riadi, berdasarkan analisis data astronomi.
Sugeng menyebut peluang penetapan 1 Syawal pada Sabtu mencapai sekitar 99 persen. Hal itu mengacu pada posisi hilal yang masih berada di ambang batas kriteria visibilitas.
“99 persen kemungkinan 1 Syawal jatuh pada Sabtu. Akan menjadi Jumat jika hanya wilayah tertentu seperti Aceh berhasil memotret hilal,” katanya, Kamis 19 Maret 2026.
Berdasarkan data hisab, ketinggian hilal pada saat matahari terbenam berada di kisaran 0,5 hingga 3 derajat, dengan elongasi sekitar 4,5 hingga 6 derajat.
Sementara itu, kriteria terbaru Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) yang digunakan pemerintah mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat agar dapat dinyatakan terlihat.
Dengan kondisi tersebut, potensi hilal tidak terlihat pada Kamis petang dinilai cukup besar, sehingga kemungkinan Ramadan digenapkan menjadi 30 hari atau istikmal.
"Melihat data, posisi hilal pada hari Kamis (19 Maret 2026) masih berada di ambang batas bawah kriteria tersebut, sehingga potensi hilal tidak terlihat (ghairu imkan) sangat besar," katanya.
Namun demikian, terdapat skenario khusus apabila hilal berhasil teramati di wilayah tertentu, seperti di Pusat Observasi Bulan (POB) Lhoknga, Aceh. Jika terdapat bukti otentik berupa foto hilal yang dikonfirmasi dalam sidang isbat, maka 1 Syawal dapat ditetapkan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Keputusan akhir tetap menunggu hasil sidang isbat yang melibatkan Kementerian Agama, pakar astronomi, serta perwakilan organisasi keagamaan. (Reza)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....