Pastikan Stok Pangan di Sragen Aman, Gubernur Blusukan ke Pasar Bunder
- 18 Mar 2026 12:56 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Sragen - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, bersama Bupati Sragen Sigit Pamungkas dan jajaran Forkopimda melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga kebutuhan pokok di Pasar Bunder Sragen, Rabu 18 Maret pagi. Kehadiran mereka membuat denyut nadi perekonomian di Pasar Bunder mendadak lebih kencang dari biasanya.
Pemantauan harga dan stok pangan ini dilakukan untuk memastikan stabilitas pangan menjelang momentum Lebaran yang kian dekat. Usai bertemu pedagang dan mengecek harga, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Pemprov Jateng tidak hanya duduk manis di balik meja.
"Kalau barang ada dan rakyat mampu beli, kenaikan sedikit itu dinamika pasar. Yang penting daya beli masyarakat tetap terjaga, sama seperti tahun lalu," ucapnya.
Lewat aplikasi Si Jagat (Sistem Informasi Jelajah Harga Bahan Pokok), pergerakan harga di pasar-pasar tradisional terpantau secara real-time. Namun, bagi Luthfi, data digital harus disinkronkan dengan fakta lapangan.
Menurutnya, fluktuasi harga adalah hal lumrah saat kebutuhan masyarakat meningkat. Namun kuncinya dua yakni ketersediaan dan keterjangkauan
"Aplikasi itu akurat, kita directing dari sana. Begitu ada kenaikan di salah satu pasar, BUMD kita langsung melakukan intervensi. Mau itu daging, cabai, atau bawang, kita kunci ketersediaannya," ujar Luthfi.
Senada dengan Gubernur, Bupati Sragen Sigit Pamungkas meminta warga Sragen tidak perlu melakukan panic buying. Ia menjamin stok pangan untuk kebutuhan Lebaran dalam kondisi sangat aman.
"Harga-harga di Sragen relatif terjangkau. Tidak ada kenaikan yang melompat terlalu tinggi. Insya Allah, kebutuhan Lebaran terjaga dengan baik. Inflasi mungkin ada, tapi sangat bisa kita kendalikan," ujar Sigit.
Lantas Berdasarkan data pantauan harian Pasar Bunder, harga pangan paling mencolok dari komoditas cabai. Cabai rawit merah yang sehari sebelumnya masih bertengger di angka Rp98.000 per kilogram, hari ini langsung anjlok ke harga Rp57.000 per kilogram.
Penurunan drastis ini diikuti cabai merah keriting yang parkir di angka Rp37.000 dan cabai merah besar di Rp30.000 per kilogram.
Sementara itu beras premium justru turun ke Rp13.500 per kilogram. Sedangkan beras medium malah merangkak naik ke angka Rp14.900 per kilogram.
Adapun beras program SPHP sedikit mengalami penyesuaian di harga Rp12.500 per kilogram.
Di sisi lain, minyak goreng curah memberikan napas lega bagi pedagang gorengan karena turun dari Rp19.000 menjadi Rp15.700 per liter. Untuk urusan protein, daging ayam ras turun ke Rp40.000, sementara telur ayam sedikit naik ke level Rp30.000 per kilogram. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....