Gubernur Jateng Pantau Bapokting di Pasar Sragen, Harga Cenderung Naik

  • 04 Mar 2026 13:51 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memantau harga hingga stok pangan di pasar tradisional Kabupaten Sragen, Rabu 4 Maret.

Gubernur datang ke Pasar Gondang, Kabupaten Sragen, untuk memastikan stok pangan aman dua pekan menjelang Idulfitri 1447 H. Gubernur juga memastikan rantai pasokan bahan pangan ini tetap lancar untuk menghindari penumpukan stok pangan.

Saat blusukan ke Pasar Gondang Ahmad Luthfi didampingi Bupati Sigit Pamungkas dan Wakil Bupati Suroto, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah dan BUMD terkait. Ia menyusuri lapak pedagang, berdialog langsung, dan menanyakan harga bawang putih, bawang merah, telur, hingga cabai.

Dalam kesempatan itu, Gubernur mendapati sejumlah komoditas mulai merangkak naik. Cabai rawit merah menembus Rp 80 ribu hingga Rp 90 ribu per kilogram.

Ahmad Luthfi ngobrol dengan pedagang secara langsung menanyakan tentang stok barang dan harga sejumlah komoditas seperti bawang putih, bawang merah, cabai, dan telur.

Secara umum, pasokan pangan di pasar tradisional dinilai masih terkendali. Kenaikan harga sejumlah komoditas disebut masih dalam batas wajar dan dipengaruhi lonjakan permintaan menjelang Lebaran.

“Ada beberapa harga yang sangat fluktuatif, terutama cabai. Jawa Tengah Agro Berdikari (JATB) saya minta untuk mengintervensi terkait kebutuhan bahan pokok,” ujarnya.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi didampingi Bupati Wakil Bupati Sragen memantau stok dan harga Bapokting untuk menghadapi hari raya IdulFitri mendatang. (Foto: RRI/Humas)

Beberapa komoditas yang terpantau berada di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP) antara lain cabai rawit merah, tepung terigu curah, dan bawang putih. Sementara komoditas yang perlu diwaspadai kenaikannya menjelang hari raya di antaranya telur ayam ras, daging ayam ras, bawang merah, serta gula konsumsi.

Untuk meredam gejolak harga, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengintensifkan subsidi dan operasi pasar. Hingga awal Maret 2026, Gerakan Pangan Murah (GPM) telah digelar 309 kali di berbagai daerah. Selain itu, subsidi cabai sebanyak tiga ton disalurkan ke 15 kabupaten dengan lonjakan harga tertinggi.

Di lapangan, pedagang mengakui kenaikan harga cabai cukup terasa. Nur, pedagang sayur, menyebut, harga cabai rawit merah kini berkisar Rp 80 ribu hingga Rp 90 ribu per kilogram.

“Kalau Ramadan pembelian biasanya berkurang, apalagi kalau harga naik. Bawang merah dan bawang putih stabil tinggi, tapi yang mahal cabai rawit setan,” kata Nur.

Sementara itu, Bagong, pedagang daging sapi, mengatakan, harga masih stabil di kisaran Rp 110 ribu per kilogram. Namun, ia mengantisipasi kenaikan mendekati Lebaran. “Biasanya bisa naik Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu per kilogram,” ujarnya.

Pedagang sembako lainnya, Santi, menyebut harga telur sempat naik dari Rp 28 ribu menjadi Rp 31 ribu per kilogram, sebelum kembali stabil. “Harapannya menjelang Lebaran jangan naik tinggi-tinggi, supaya jumlah pembeli tidak turun,” katanya.

Pemerintah daerah memastikan pemantauan akan terus dilakukan hingga puncak arus mudik dan Lebaran, guna menjaga daya beli masyarakat serta memastikan distribusi pangan tetap lancar. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....