Ramadan Momen Tepat Berhenti dari Kebiasaan Merokok
- 28 Feb 2026 21:59 WIB
- Surakarta
RRI. CO. ID, Surakarta - Capek mengingatkan orang yang masih merokok di bulan puasa masih sering dirasakan di masyarakat. Padahal bulan Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk menahan diri, bukan hanya dari makan dan minum, tetapi juga dari kebiasaan merokok yang sudah berlangsung lama.
Merokok saat berpuasa kembali menjadi perhatian publik setelah pernyataan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin. Melalui akun Instagram @bgsadikin dan @kemenkes_ri, ditegaskan bahwa merokok tetap membatalkan puasa.
Meskipun rokok tidak membuat perut kenyang, asap rokok yang sengaja dihirup masuk ke saluran pernapasan. Kondisi tersebut membuat puasa menjadi batal karena ada zat yang masuk ke dalam tubuh secara sadar.
Momentum Ramadan seharusnya bisa dimanfaatkan sebagai waktu untuk mulai insyaf. Selama 30 hari, umat Muslim tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari rokok. Kebiasaan ini bisa dilatih secara bertahap selama menjalankan ibadah puasa.
Selain berdampak pada kesehatan, berhenti merokok selama Ramadan juga memberi keuntungan secara finansial. Jika dihitung, pengeluaran rokok bisa mencapai hampir 1 juta rupiah dalam sebulan. Dana tersebut bisa dialihkan untuk sedekah dan kegiatan bermanfaat lainnya di bulan suci.
Sedekah di bulan Ramadan memiliki nilai pahala yang lebih besar. Mengganti rokok dengan sedekah bukan hanya membantu orang lain, tetapi juga membantu diri sendiri untuk hidup lebih sehat dan lebih bermakna.
Bagi Anda yang masih merokok, bulan Ramadan bisa menjadi waktu yang tepat untuk mempertimbangkannya kembali. Mulai dari menahan diri saat puasa, lalu perlahan mengurangi kebiasaan tersebut setelah Ramadan berakhir.
(Noviyana / STABN Raden Wijaya)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....