Lampion Imlek dan Ramadan Beriringan, Simbol Toleransi di Kota Surakarta
- 23 Feb 2026 01:40 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Pemerintah Kota Surakarta menampilkan wajah toleransi melalui pemasangan lampion Imlek dan Ramadan yang dipasang beriringan di sejumlah koridor utama kota sejak Kamis, 19 Februari 2026.
Inisiatif ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan Light Festival yang digelar untuk menguatkan nilai kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk. Lampion-lampion tersebut terpasang di sepanjang koridor Jalan Jenderal Sudirman hingga Pasar Gede.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, Maretha Dinar Cahyono, mengatakan bahwa konsep pemasangan lampion tahun ini memang dirancang untuk menonjolkan pesan toleransi karena momen Imlek dan Ramadan berlangsung berdekatan.
"Tahun ini kita berbarengan antara Ramadan dan juga perayaan Imlek. Jadi lampion-lampion Imlek dan lampion Ramadan ini beririsan, sehingga tetap mengedepankan toleransi. Keduanya dipasang di sepanjang koridor Jalan Jenderal Sudirman dan Gatot Subroto, dengan total 44 lampion gabungan," kata Maretha Dinar Cahyono.
Maretha Dinar Cahyono menambahkan, pemasangan lampion gabungan tersebut tidak hanya menjadi penanda perayaan keagamaan, tetapi juga diharapkan mampu menarik minat masyarakat dan wisatawan untuk menikmati suasana Kota Surakarta selama Ramadan.
"Kita mengharapkan semua semua warga Surakarta dan sekitarnya bisa hadir dan mendapatkan kenangan dari Kota Surakarta selama rangkaian Ramadan dan juga Imlek 2026," katanya menambahkan.
Selain memperkuat pesan toleransi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Surakarta untuk menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya pelaku UMKM yang dilibatkan dalam rangkaian kegiatan Ramadan Light Festival.
Ada 29 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari kolaborasi Disbudpar dan PNM. Keberadaan dua tema lampion dalam satu kawasan yang sama menunjukkan bahwa perayaan Imlek dan Ramadan dapat berjalan berdampingan dalam semangat saling menghormati.
Ramadan Light Festival sendiri akan berlangsung hingga 30 Maret 2026. Sementara lampion Imlek hanya akan terpasang hingga 5 Maret 2026.
Melalui pemasangan lampion Imlek dan Ramadan secara berdampingan, Pemerintah Kota Surakarta berharap masyarakat dapat terus menjaga kerukunan, sekaligus memperkuat citra Surakarta sebagai kota yang ramah, inklusif, dan menjunjung tinggi nilai toleransi. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....