Seni Memilih Waktu Sahur yang Tepat
- 22 Feb 2026 14:18 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Bagi sebagian orang, sahur adalah tantangan terbesar di bulan ramadan. Rasa kantuk yang berat sering kali membuat kita memilih untuk makan secepat mungkin lalu tidur lagi, atau justru menunda-nunda hingga mendekati waktu imsak. Padahal, pemilihan waktu sahur sangat menentukan performa tubuh Anda selama belasan jam ke depan.
Dalam tradisi Islam, mengakhirkan sahur (mendekati waktu fajar) sangat dianjurkan. Namun, "mengakhirkan" bukan berarti "terburu-buru". Semakin dekat waktu sahur dengan mulainya puasa, semakin pendek durasi tubuh menggunakan cadangan energi sebelum benar-benar berpuasa. Ini membantu mencegah lemas di siang hari.
Minum air mendekati waktu imsak memastikan tubuh memiliki simpanan cairan yang lebih segar untuk menghadapi suhu panas di siang hari. Banyak yang memilih makan besar di tengah malam agar bisa tidur lebih lama hingga subuh.
Secara medis, ini memiliki risiko,salah satunya tubuh akan membakar nutrisi lebih awal, sehingga Anda mungkin sudah merasa lapar bahkan sebelum jam makan siang tiba. Makan besar lalu langsung tidur dapat memicu Acid Reflux atau GERD (asam lambung naik ke kerongkongan).
SKS (Sistem Kebut Sahur) Itu Buruk. Ketika Anda bangun 5 menit sebelum imsak, Anda cenderung makan dengan sangat cepat.
Makan terburu-buru membuat makanan tidak terkunyah halus menyebabkan banyak udara yang ikut tertelan saat makan tergesa-gesa, menyebabkan rasa tidak nyaman sepanjang pagi. Perut yang terlalu kenyang di malam hari membuat Anda sulit bangun pagi karena proses pencernaan yang berat.
| Baca juga: Amalan Ringan Pahala Besar |
Gunakan teknik meal prep. Tinggal menghangatkan makanan akan memangkas waktu persiapan di dapur. Kualitas tidur yang baik akan memudahkan tubuh Anda terjaga saat alarm berbunyi.
Memilih waktu sahur yang tepat adalah bentuk investasi energi. Dengan memberikan jeda waktu sekitar 30 hingga 45 menit sebelum imsak, Anda memberikan kesempatan bagi tubuh untuk memproses nutrisi dengan tenang.
Sahur bukan soal seberapa banyak yang masuk ke perut, tapi seberapa tepat waktu Anda menikmatinya. (Aditya Wardhana/Infipop)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....