Dawet Pati Onggok, Kuliner yang Menyegarkan

  • 13 Sep 2026 09:14 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SURAKARTA - Onggok merupakan ampas padat dari proses produksi tapioka berbahan aren. Tetapi masih mengandung pati sehingga dapat dimanfaatkan kembali, misalnya sebagai bahan pakan atau diolah menjadi produk lain.

Pati onggok dapat membantu mengentalkan sup, saus dan kuah secara alami. Dapat juga membentuk lapisan pelapis yang kuat dan memberikan tekstur kenyal pada produk bakso, siomay dan empek-empek. Seperti saat ini onggok banyak ditemukan sudah menjadi bentuk bahan pangan dawet.

Onggok banyak dijumpai di wilayah kabupaten Klaten . Masyarakat telah banyak mengolah limbah ampas are itu menjadi produk turunan dan menjadi sumber kehidupan bagi sebagian warga Klaten . Kecuali untuk produk pakan ternak juga menjadi bahan pangan lainnya.

Bahkan setelah menjamur menjadi produk dawet, onggok juga mulai viral di wilayah Solo raya. Seperti di jalan Brigjend Katamso Mojosongo, Solo. Ada beberapa lapak penjual dawet pati onggok.

Biasanya dawet yang terdapat di wilayah Solo terbuat dari beras, tetapi dawet di sepanjang wilayah Solo utara itu terbuat dari pati onggok. Rasanya hampir mirip seperti dawet yang terbuat dari beras, hanya saja dawet pati onggok sedikti lebih kenyal, namung tetap lembut di mulut. Berbeda lagi dengan dawet gel yang lebih kenyal dan keras .

Seorang penjual dawet pati onggok, Sri mengatakan pembuatan dawet onggok sedikit rumit, kalau tidak sesuai resep, dawet akan mengental tak beraturan bentuknya.

"Kalau buat dawet onggok prosesnya harus hati-hati, kalau ndak bisa menggumpal dan pasti ambyar, bentuknya kurang bagus," kata Sri Sabtu 12 September 2026.

Awalnya Sri berjualan dawet onggok hanya untuk membantu suami dan sekedar iseng. Tetapi lama-kelamaan banyak pelanggan bahkan pernah diborong untuk sebuah acara pernikahan. Hasil penjualan dawet dapat sebagai mata pencaharian dan memenuhi kebutuhan sehari-hari .

Tentang omset penjualan, Sri mengaku belum besar. " Kalau omset masih sedikit , paling sehari Rp250.000, hingga Rp400.000 saja," kata Sri penuh semangat.

Meski begitu, Sri mempunyai cita-cita mem-viralkan minuman dawet pati onggok. Saat ini Ia rajin promosi di media sosial bersama suaminya . Harapannya dawet pati onggok dapat menjadi kuliner yang digemari masyarakat baik anak muda maupun para orang tua . (Ita Wijayanti)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....