Puthu, Cita Rasa Manis Gurih Warisan Kuliner Jawa

  • 16 Agt 2026 08:01 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta- Puthu merupakan jajanan tradisional Nusantara berbahan tepung beras putih, gula merah, dan kelapa parut yang dikukus menggunakan bambu. Perpaduan bahan sederhana tersebut menghasilkan tekstur lembut, rasa manis, aroma khas, serta sensasi gurih kelapa yang menggugah selera.

Dalam khazanah kuliner Jawa, puthu dikenal sebagai panganan tradisional yang sering dinikmati masyarakat sebagai camilan pada sore hari. Proses pengukusan membuat gula merah mencair di bagian tengah, kemudian berpadu dengan adonan tepung dan kelapa parut segar.

Ciri khas lainnya adalah penggunaan cetakan bambu, menghasilkan bentuk padat sekaligus menghadirkan aroma alami selama proses pemasakan berlangsung. Kemendikdasmen mencatat puthu sebagai penganan berbahan tepung beras ketan, berisi gula merah, dikukus dalam bambu, disajikan dengan kelapa.

Informasi tersebut menunjukkan bahwa puthu memiliki karakter bahan dan teknik pengolahan yang kuat sebagai bagian kuliner tradisional Indonesia. Penelitian Universitas Hasanuddin mengenai kue putu menunjukkan bahan tepung beras, tepung ketan, kelapa, gula merah memengaruhi karakteristik produk.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa komposisi bahan menjadi faktor penting dalam menentukan mutu, cita rasa, dan karakteristik puthu tradisional. Selain nilai rasa, puthu mempunyai potensi ekonomi karena dapat diproduksi sederhana dan dipasarkan sebagai jajanan tradisional khas masyarakat.

Pengembangan usaha puthu dapat dilakukan melalui inovasi kemasan, variasi penyajian, pemasaran digital, serta penguatan identitas kuliner daerah. Pelestarian puthu penting dilakukan melalui pengenalan kepada generasi muda, inovasi penyajian, serta promosi berbasis budaya dan kuliner lokal.

Inovasi sebaiknya tetap mempertahankan bahan utama, cita rasa khas, dan teknik pengolahan agar identitas puthu tidak kehilangan karakter. Dengan demikian, puthu bukan sekadar jajanan manis, tetapi juga representasi kearifan lokal yang perlu dijaga keberlangsungannya secara berkelanjutan.(Aris)

Referensi:

  1. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kuliner Nusantara, uraian mengenai puthu sebagai penganan tradisional berbahan tepung beras ketan, gula merah, bambu, dan kelapa.
  2. Usman, F., Indriasari, R., Khuzaimah, A., & Najamuddin, U. (2025). “Analisis Indeks Glikemik dan Komposisi Gizi Kue Putu Nasi Aking Sebagai Pangan Pencegah DMT2.” Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia,
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....