Mengapa Arang Jadi Pilihan Utama Membakar Sate

  • 27 Jun 2026 02:58 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Arang hingga kini masih menjadi bahan bakar favorit untuk membakar sate di berbagai daerah di Indonesia. Penggunaan arang telah menjadi bagian dari tradisi kuliner yang diwariskan secara turun-temurun. Banyak pedagang sate tetap mempertahankan cara ini karena dianggap mampu menghasilkan cita rasa yang khas.

Salah satu alasan utama penggunaan arang adalah kemampuannya menghasilkan panas yang stabil. Panas yang merata membantu daging matang sempurna hingga ke bagian dalam. Dengan demikian, sate menjadi lebih empuk dan lezat saat disajikan.

Cak Simin, salah satu pedagang sate ayam di Kota Klaten Jum (26 Juni 2026) mengatakan dengan membakar sate menggunakan arah, matangnya menyeluruh. Kemudian tidak perlu memakai kipas angin, saat membakar, agar matangnya merasuk hingga ke dalam daging. “ Saat membakar sate dengan arang, tidak perlu memakai kipas angin, cukup dikipas dengan tangan, agar daging matang hingga kedalam”, ungkapnya.

Selain menghasilkan panas yang baik, arang juga memberikan aroma asap alami yang khas. Aroma tersebut meresap ke dalam daging selama proses pembakaran. Inilah yang membuat sate bakar arang memiliki cita rasa berbeda dibandingkan dengan sate yang dibakar menggunakan kompor gas.

Penggunaan arang juga memungkinkan proses karamelisasi bumbu dan lemak pada permukaan daging. Saat lemak menetes ke bara api, muncul aroma harum yang menggugah selera. Proses ini menjadi salah satu rahasia kelezatan sate yang disukai banyak orang.

Bagi para pedagang sate, arang termasuk bahan bakar yang mudah diperoleh. Harganya relatif terjangkau dan tersedia di berbagai daerah. Faktor tersebut membuat arang menjadi pilihan ekonomis untuk usaha kuliner skala kecil maupun besar.

Hal ini juga dijelaskan oleh umi Lilis, salah satu penjual sate di Kota klaten. Dia menjelaskan bakar bakar arang relative murah dan mudah didapat. “ Bahan bakar arang untuk membakar sate itu murah dan mudaha didapat”.

Arang juga memiliki daya tahan panas yang cukup lama setelah dibakar. Pedagang tidak perlu terlalu sering menambah bahan bakar saat berjualan. Kondisi ini membantu proses memasak menjadi lebih efisien dan praktis.

Meskipun teknologi memasak terus berkembang, penggunaan arang tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Banyak pelanggan percaya bahwa sate yang dibakar dengan arang memiliki rasa yang lebih autentik. Karena itu, metode tradisional ini masih terus dipertahankan hingga sekarang. ( Fara_LPU)

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....