Keunikan Karak Tradisional Menjaga Warisan Kuliner Masyarakat Jawa

  • 26 Mei 2026 21:56 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Karak merupakan kuliner tradisional berbahan nasi kering yang terkenal luas berasal dari berbagai wilayah budaya Jawa hingga kini. Masyarakat biasanya mengolah sisa nasi menggunakan teknik penjemuran tradisional sebelum menggorengnya menjadi makanan ringan gurih setiap hari keluarga.

Keunikan karak terlihat melalui teksturnya renyah serta cita rasanya sederhana namun tetap menghadirkan kenikmatan khas tradisional bagi masyarakat. Sebagian pedagang menambahkan bawang ataupun garam supaya aroma karak semakin menggugah selera ketika disantap bersama hidangan rumahan hangat.

Karak dahulu menjadi alternatif pangan masyarakat pedesaan karena pembuatannya memanfaatkan nasi tersisa supaya tidak terbuang percuma setelah memasak. Tradisi mengolah karak mencerminkan nilai kesederhanaan sekaligus kreativitas masyarakat Jawa mempertahankan ketahanan pangan keluarga seharihari pada masa lampau.

Penelitian Poltekkes Denpasar menjelaskan pangan tradisional memiliki kandungan gizi sekaligus nilai budaya penting bagi masyarakat Indonesia hingga sekarang. Kajian tersebut menyebutkan makanan tradisional memerlukan perhatian keamanan pangan supaya kualitas konsumsinya tetap terjaga baik bagi seluruh kalangan.

Penelitian Universitas Slamet Riyadi membahas penggunaan bahan aman menggantikan bleng pada pembuatan karak tradisional masyarakat Jawa masa kini. Hasil penelitian menunjukkan karak berbahan beras tertentu memiliki kualitas rasa serta kandungan gizi lebih baik untuk konsumen keluarga.

Selain menjadi camilan tradisional, karak sering disajikan bersama pecel ataupun sayuran sehingga menghadirkan perpaduan rasa unik ketika bersantap. Perpaduan tersebut memperlihatkan masyarakat Jawa mampu menciptakan sajian sederhana bernilai budaya tinggi melalui bahan pangan lokal secara turuntemurun.

Keberadaan karak hingga sekarang membuktikan kuliner tradisional tetap diminati masyarakat meskipun makanan modern berkembang pesat pada berbagai daerah. Pelestarian karak sebagai warisan kuliner penting dilakukan supaya generasi muda mengenal budaya pangan tradisional Indonesia berkelanjutan sepanjang masa.(Aris)

Sumber Referensi:

  1. “Tinjauan Keamanan Pangan, Hygiene Sanitasi dan Kandungan Gizi Makanan Tradisional di Kabupaten Tabanan” — Poltekkes Kemenkes Denpasar.
  2. “Sodium Tripolyphosphate Sebagai Bahan Pengganti Bleng Padat Pada Pembuatan Karak” — Jurnal Teknologi dan Industri Pangan UNISRI.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....