Bagel, Roti Klasik dari Amerika ke Surakarta

  • 31 Jan 2026 17:45 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Roti bagel menjadi salah satu jenis roti yang semakin dikenal masyarakat Indonesia. Bentuknya yang khas berlubang di tengah serta teksturnya yang padat membuat bagel berbeda dari roti pada umumnya.

Bagel berasal dari komunitas Yahudi di Eropa Timur dan telah dikenal sejak abad ke-17. Roti ini kemudian berkembang pesat di Amerika Serikat dan menjadi bagian dari budaya sarapan di berbagai negara.

Ciri utama bagel terletak pada proses pembuatannya yang unik. Sebelum dipanggang, adonan bagel direbus terlebih dahulu dalam air mendidih, sehingga menghasilkan tekstur kenyal di bagian dalam dan kulit yang sedikit renyah di luar.

Bahan dasar roti bagel relatif sederhana, terdiri dari tepung terigu protein tinggi, ragi, air, gula, dan garam. Meski sederhana, teknik pengolahan menjadi kunci utama dalam menghasilkan bagel berkualitas.

Seiring perkembangan zaman, bagel hadir dalam berbagai varian rasa dan topping. Mulai dari bagel polos, wijen, keju, bawang, hingga coklat, serta isian seperti krim keju, smoked beef, salmon, dan sayuran segar. "Bagel di sini menyajikan berbagai varian, coklat, cheese, Jalapeno, strawberry, cranberry, Klepon, sampai Jasuke. Kalau mau berinovasi, bisa membeli yang original kemudian dibelah dan diisi dengan sayur, protein, dan dinikmati seperti sandwich," ujar Daniel, salah satu pegawai kedai Bagel di Surakarta, ketika ditemui pada Sabtu 31 Januari 2026.

Bagel memang mulai banyak dijumpai di kafe, bakery modern, hingga usaha rumahan di Indonesia, khususnya Surakarta. Kehadirannya menambah ragam pilihan roti sekaligus membuka peluang usaha kuliner berbasis roti khas mancanegara.

Dari sisi gizi, bagel dikenal mengenyangkan karena kandungan karbohidratnya cukup tinggi. Namun, konsumsinya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan, terutama bagi masyarakat yang memperhatikan asupan kalori dan gula.

Dengan sejarah panjang dan karakter unik, roti bagel tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga cerminan akulturasi budaya kuliner dunia. Bagel kini menjadi contoh bagaimana pangan tradisional suatu bangsa dapat diterima dan dinikmati lintas budaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....