Sedikit Bukan Berarti Tidak Cukup, Ini Peran Kolostrum bagi Bayi
- 06 Okt 2026 16:12 WIB
- Surakarta
Poin Utama
- Kolostrum adalah ASI pertama yang diproduksi payudara ibu dan sudah tersedia saat bayi lahir.
- Berwarna kekuningan atau keemasan, lebih kental, dan keluar dalam jumlah relatif sedikit.
- Kolostrum kaya IgA, laktoferin, leukosit, faktor pertumbuhan, vitamin dan mineral
RRI.CO.ID, Surakarta - Kolostrum merupakan ASI pertama yang diproduksi payudara ibu setelah melahirkan dan memiliki kandungan yang sesuai dengan kebutuhan bayi pada hari-hari awal kehidupannya. Cairan berwarna kekuningan atau keemasan ini diproduksi dalam jumlah relatif sedikit, tetapi kaya akan zat gizi dan komponen yang membantu melindungi bayi.
Kementerian Kesehatan RI menjelaskan, kolostrum memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dan laktosa lebih rendah dibandingkan ASI matang. Kolostrum juga mengandung imunoglobulin A atau IgA, laktoferin, leukosit, faktor pertumbuhan, serta vitamin dan mineral yang penting bagi bayi.
Kolostrum mulai diproduksi sejak masa kehamilan dan sudah tersedia ketika bayi lahir. Setelah persalinan, kolostrum umumnya diberikan pada beberapa hari pertama sebelum secara bertahap berubah menjadi ASI transisi dan kemudian ASI matang.
Menurut American Academy of Pediatrics, produksi ASI dalam jumlah lebih banyak biasanya mulai meningkat sekitar hari ketiga hingga keempat setelah melahirkan, meski waktunya dapat berbeda pada setiap ibu. Karena itu, keluarnya ASI dalam jumlah sedikit pada hari pertama tidak serta-merta menunjukkan bahwa ASI ibu tidak mencukupi kebutuhan bayi.
Kandungan imunoglobulin A atau IgA dalam kolostrum membantu memberikan perlindungan pada permukaan saluran pencernaan bayi. Sementara laktoferin dan sel darah putih atau leukosit turut berperan dalam mekanisme pertahanan tubuh ketika sistem kekebalan bayi masih berkembang.
Kolostrum juga membantu mendukung perkembangan dan pematangan saluran pencernaan bayi. Kandungan kolostrum yang lebih mudah disesuaikan dengan kondisi bayi baru lahir juga membuat pemberiannya penting pada masa awal kehidupan.
WHO dan UNICEF merekomendasikan bayi mulai menyusu dalam satu jam pertama setelah kelahiran agar memperoleh kolostrum sejak dini. Pemberian ASI kemudian dianjurkan secara eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan, sebelum dilanjutkan bersama makanan pendamping yang sesuai.
Dengan demikian, kolostrum bukanlah ASI yang belum sempurna, melainkan bentuk ASI yang secara alami disiapkan untuk memenuhi kebutuhan bayi pada awal kehidupannya. Jumlahnya yang sedikit justru perlu dipahami sesuai dengan kondisi bayi baru lahir, sementara kandungan antibodi dan berbagai komponen bioaktif di dalamnya memberikan perlindungan penting bagi pertumbuhan dan kesehatan bayi. (Wiwik)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....