Pakar Gizi Tan Shot Yen Edukasi Kader PKK soal Pencegahan Stunting
- 01 Okt 2026 21:21 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Sebanyak 250 kader PKK, kader Posyandu, ahli gizi SPPG, dan masyarakat mengikuti talkshow “Peran PKK dalam Meningkatkan Gizi bagi Masyarakat” di Surakarta, Rabu 30 September 2026. Kegiatan menghadirkan pakar gizi Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum, untuk memperkuat literasi gizi dan edukasi pencegahan stunting di tingkat masyarakat.
Dr. Tan Shot Yen dalam pemaparannya membahas sejumlah faktor yang dapat menjadi pintu masuk stunting, mulai dari kondisi ibu hamil hingga pola pemberian makanan kepada anak. Kader PKK dan Posyandu didorong memahami faktor tersebut agar dapat memberikan edukasi gizi yang tepat kepada keluarga.
Mengacu pada materi “Protein Hewani untuk Tumbuh Tinggi Berprestasi”, terdapat lima pintu menuju stunting, yakni anemia atau kekurangan energi kronis pada ibu hamil, kegagalan inisiasi menyusu dini, kegagalan ASI eksklusif, pemberian MPASI yang tidak tepat, serta anak yang sering sakit akibat sanitasi atau imunisasi yang buruk.
Dalam materi tersebut, ASI menjadi salah satu perhatian utama karena dinilai sebagai bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan anak dan pembentukan imunitas. Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif sebagai bagian dari upaya mencegah masalah gizi pada anak.
Pembahasan kemudian berlanjut pada pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita usia 6 hingga 59 bulan. Dr. Tan menekankan PMT sebaiknya menjadi sarana edukasi bagi keluarga dengan mengutamakan makanan padat gizi berbahan pangan lokal.
Menurut materi yang disampaikan, sumber protein hewani lokal seperti telur, ikan kembung, dan ikan teri nasi segar dapat menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Olahan makanan seperti siomay ayam udang, telur dadar isi daging, dan panada ikan tongkol juga dicontohkan sebagai alternatif PMT.
“Tidak perlu mencari sumber gizi yang mahal. Pangan lokal Indonesia seperti telur, ikan kembung, dan ikan teri nasi segar (bukan asin) adalah kekayaan Nusantara yang menjadi gizi para juara,” katanya.
Selain makanan utama, peserta juga memperoleh edukasi mengenai asupan pelengkap dan kudapan selingan sehat yang dapat dibuat di rumah. Pengetahuan tersebut diharapkan membantu orang tua dan kader menghadapi persoalan seperti gerakan tutup mulut (GTM) pada anak.
Melalui kegiatan tersebut, kader PKK dan Posyandu diharapkan semakin percaya diri dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat di lingkungannya. Penguatan pengetahuan mengenai gizi, pedoman KIA, serta pemanfaatan protein hewani lokal menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak. (Reza)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....