Pakai Peralatan Makan dari Kayu, Aman atau Justru Jadi Sarang Bakteri?

  • 25 Sep 2026 04:34 WIB
  •  Surakarta
Poin Utama
  • FDA melalui Food Code 2026 menyetujui penggunaan kayu keras seperti hard maple untuk peralatan makan termasuk talenan, rolling pin, mangkuk salad, dan sumpit.
  • USDA membenarkan konsumen dapat menggunakan talenan kayu maupun bahan nonpori asalkan kebersihan dan perawatannya diperhatikan dengan seksama.
  • Peralatan makan kayu dianggap ramah lingkungan dan memberikan kesan alami namun keamanannya bergantung pada jenis kayu yang digunakan dan perawatan yang tepat.

RRI.CO.ID, Surakarta - Sendok kayu, spatula, talenan, hingga mangkuk berbahan kayu kini semakin mudah ditemukan di dapur rumah. Selain memberikan kesan alami dan estetik, peralatan makan dari kayu juga dianggap lebih ramah lingkungan. Namun, muncul pertanyaan yang sering mengganjal: apakah peralatan makan dari kayu benar-benar aman digunakan untuk makanan sehari-hari?

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau FDA dalam Food Code 2026 menyatakan bahwa jenis kayu tertentu, seperti hard maple atau kayu keras dengan serat rapat yang setara, dapat digunakan untuk talenan dan sejumlah peralatan makan seperti rolling pin, mangkuk salad, serta sumpit. Sementara itu, USDA menyebut konsumen dapat menggunakan talenan berbahan kayu maupun bahan nonpori, dengan catatan kebersihan dan perawatannya harus diperhatikan.

Salah satu kelebihan peralatan kayu adalah teksturnya yang relatif kuat dan tidak mudah merusak permukaan pisau ketika digunakan sebagai talenan. Namun, kayu merupakan material yang dapat menyerap kelembapan. Jika permukaannya sudah penuh goresan atau terdapat celah yang sulit dibersihkan, sisa makanan dan kotoran dapat lebih sulit dihilangkan. Karena itu, kondisi peralatan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan apakah masih layak digunakan.

Kebersihan menjadi kunci utama. USDA merekomendasikan talenan, termasuk yang terbuat dari kayu, dicuci menggunakan air panas dan sabun setelah digunakan. Setelah itu, peralatan perlu dibilas dan dikeringkan dengan baik. Talenan yang sudah terlalu aus atau memiliki alur goresan yang sulit dibersihkan sebaiknya diganti.

Yang juga tidak kalah penting adalah mencegah kontaminasi silang. Menggunakan satu talenan untuk memotong daging mentah kemudian langsung digunakan untuk sayuran atau makanan yang siap dimakan dapat meningkatkan risiko perpindahan bakteri. USDA menyarankan menggunakan talenan terpisah untuk bahan makanan mentah seperti daging, unggas, dan makanan laut, serta bahan yang siap dikonsumsi.

Peralatan kayu juga perlu mendapatkan perhatian khusus jika terkena kondisi yang berpotensi menyebabkan kontaminasi. FDA menyebut peralatan kayu seperti talenan, mangkuk, dan peralatan makan yang terkena air banjir sebaiknya dibuang karena material tersebut tidak dapat dibersihkan dan disanitasi secara aman setelah terkontaminasi air banjir. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi lingkungan dan tingkat kerusakan peralatan turut menentukan keamanan penggunaannya.

Jadi, peralatan makan dari kayu pada dasarnya dapat digunakan dengan aman, asalkan jenis dan kondisinya sesuai serta dirawat dengan benar. Pilih produk yang memang dibuat untuk kontak dengan makanan, cuci setelah digunakan, keringkan dengan baik, pisahkan penggunaan talenan untuk bahan mentah dan makanan siap santap, serta segera ganti peralatan yang sudah retak, terlalu aus, atau sulit dibersihkan. Dengan perawatan yang tepat, peralatan kayu bukan sekadar mempercantik dapur, tetapi juga tetap dapat digunakan secara higienis untuk kebutuhan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....