Dada, Paha, atau Sayap? Ini Bagian Ayam yang Lebih Baik untuk Dikonsumsi

  • 25 Sep 2026 06:58 WIB
  •  Surakarta
Poin Utama
  • Dada ayam tanpa kulit merupakan pilihan terbaik sebagai sumber protein rendah lemak menurut Mayo Clinic.
  • Setiap bagian ayam memiliki kandungan protein dan lemak yang berbeda-beda.
  • Ayam adalah sumber protein berkualitas baik dengan kandungan lemak jenuh lebih rendah dibandingkan daging merah menurut Harvard Health Publishing.

RRI.CO.ID, Surakarta - Ayam menjadi salah satu lauk yang paling mudah ditemukan di meja makan masyarakat. Harganya relatif terjangkau, mudah diolah, dan kaya protein. Namun, ketika harus memilih bagian ayam, apakah dada, paha, sayap, atau bagian lainnya yang lebih baik dikonsumsi? Ternyata, kan dungan protein dan lemak pada setiap bagian ayam bisa berbeda.

Harvard Health Publishing menyebut ayam termasuk sumber protein yang baik dan umumnya memiliki kandungan lemak jenuh lebih rendah dibandingkan daging merah. Sementara itu, Mayo Clinic merekomendasikan pilihan unggas tanpa kulit, termasuk dada ayam tanpa kulit, sebagai sumber protein rendah lemak.

Jika tujuan utamanya adalah mendapatkan protein dengan lemak yang relatif lebih rendah, dada ayam tanpa kulit menjadi salah satu pilihan. Data nutrisi yang dihimpun dalam kajian berbasis data USDA menunjukkan 100 gram dada ayam tanpa kulit yang dipanggang mengandung sekitar 31 gram protein dan 3,6 gram lemak. Angka tersebut membuat dada ayam cukup menarik bagi orang yang sedang memperhatikan asupan protein maupun lemak.

Namun, bukan berarti bagian paha harus dihindari. Paha ayam tanpa kulit juga mengandung protein dalam jumlah tinggi. Harvard mencatat bahwa sekitar 113 gram paha ayam tanpa kulit menyediakan 28 gram protein dengan 2,7 gram lemak jenuh. Paha juga memiliki tekstur yang lebih lembut dan rasa yang lebih kuat sehingga dapat menjadi pilihan bagi orang yang kurang menyukai dada ayam.

Bagian yang perlu lebih diperhatikan adalah kulit ayam dan cara memasaknya. Mengonsumsi ayam dengan kulit dapat meningkatkan jumlah lemak dalam makanan. Begitu pula dengan ayam yang digoreng menggunakan banyak minyak, terlebih jika dilapisi tepung atau disajikan bersama saus tinggi garam dan gula. Mayo Clinic menyarankan memilih unggas tanpa kulit dan membatasi makanan yang tinggi lemak jenuh maupun makanan yang sangat diproses.

Cara memasak pun ikut menentukan apakah hidangan ayam menjadi pilihan yang lebih sehat atau justru tinggi kalori. Ayam yang dipanggang, dikukus, direbus, atau dimasak dengan sedikit minyak dapat menjadi alternatif dibandingkan ayam yang digoreng dalam banyak minyak. Selain itu, porsi tetap perlu diperhatikan. Ayam sebaiknya menjadi bagian dari pola makan seimbang bersama sayuran, buah, dan sumber karbohidrat yang sesuai kebutuhan.

Jadi, tidak ada satu bagian ayam yang wajib dianggap paling sehat untuk semua orang. Jika ingin mendapatkan protein tinggi dengan lemak relatif rendah, dada ayam tanpa kulit bisa menjadi pilihan. Paha tanpa kulit juga tetap bergizi dan dapat menjadi alternatif. Yang tidak kalah penting adalah membatasi kulit, memperhatikan cara memasak, mengontrol porsi, serta menjaga pola makan secara keseluruhan. Dengan begitu, ayam bukan hanya lezat di meja makan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari menu yang lebih seimbang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....