Mengenal Dampak Kurang Tidur Malam bagi Kesehatan Otak.

  • 21 Sep 2026 10:34 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Jam tidur yang cukup sering kali terabaikan akibat tingginya aktivitas harian dan paparan handphone hingga larut malam. Padahal, tidur malam yang berkualitas merupakan kebutuhan esensial bagi tubuh manusia untuk memulihkan energi dan menjaga fungsi organ vital secara optimal.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau setiap orang dewasa untuk memenuhi kebutuhan tidur harian selama 7 hingga 8 jam setiap malamnya. Kurangnya waktu istirahat secara konsisten dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama yang berkaitan dengan fungsi kerja otak dan sistem saraf.

Secara biologis, saat seseorang tidur nyenyak, otak menjalankan mekanisme pembersihan mandiri untuk membuang sisa-sisa racun metabolisme yang menumpuk sepanjang hari. Jika proses ini terganggu, daya ingat dan konsentrasi seseorang akan menurun secara signifikan pada keesokan harinya.

Penelitian dari American Heart Association juga menunjukkan bahwa kurang tidur kronis berpotensi meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti tekanan darah tinggi dan stroke. Hal ini terjadi karena sistem saraf simpatis berada dalam kondisi aktif terus-menerus tanpa waktu jeda yang cukup.

Selain berdampak pada fisik, kondisi fisik yang lelah akibat begadang turut memengaruhi stabilitas emosional seseorang. Orang yang sering kekurangan tidur lebih rentan mengalami perubahan suasana hati yang drastis, tingkat stres tinggi, hingga gejala kecemasan berlebih.

Untuk membangun pola tidur yang lebih sehat, para ahli menyarankan penerapan sleep hygiene, yaitu menciptakan rutinitas tidur yang teratur setiap hari. Mematikan layar ponsel minimal 30 menit sebelum tidur dan memastikan kondisi kamar tetap sejuk serta redup dapat membantu mempercepat kantuk.

Dengan menjaga konsistensi jam tidur malam, kesehatan fungsi otak dan kebugaran tubuh secara keseluruhan dapat terjaga dalam jangka panjang. Langkah sederhana ini menjadi investasi kesehatan yang sangat krusial di tengah gaya hidup modern yang serba cepat. (Faizal Hariri/Magang UIN)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....