Imunisasi Bukan Hanya untuk Anak, Orang Dewasa juga Butuh
- 16 Sep 2026 10:22 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Imunisasi selama ini identik dengan bayi dan anak-anak yang mendapatkan vaksin di posyandu maupun puskesmas. Padahal, perlindungan melalui imunisasi juga dibutuhkan orang dewasa hingga lanjut usia sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit.
Penanggung Jawab Teknis Klinik Utama Kasih Ibu Sehati, dr. Ari Dartoko, MH, mengatakan imunisasi merupakan bagian dari upaya preventif dalam menjaga kesehatan. Menurutnya, vaksinasi diberikan ketika seseorang dalam kondisi sehat untuk mencegah terjadinya penyakit atau mengurangi risiko penyakit menjadi lebih berat.
“Imunisasi adalah suatu intervensi ataupun investasi kesehatan yang sangat efektif dan efisien,” ujar dr. Ari dalam dialog Jagongan di Pro 4 RRI Surakarta pada Rabu, 9 September 2026.
| Baca juga: Bahaya Perokok Pasif bagi Kesehatan |
Ia menjelaskan, pemahaman masyarakat mengenai imunisasi perlu terus ditingkatkan karena perlindungan kesehatan seharusnya dilakukan sepanjang hayat. Konsep tersebut dikenal sebagai life course immunization, yakni imunisasi yang diberikan sejak anak-anak, berlanjut pada usia dewasa hingga lanjut usia sesuai kebutuhan dan risiko masing-masing individu.
Menurut dr. Ari, salah satu vaksin yang dapat diberikan kepada anak maupun orang dewasa adalah vaksin influenza. Vaksin ini diberikan secara rutin setiap tahun dan dinilai dapat membantu mengurangi risiko terjadinya penyakit maupun tingkat keparahan apabila seseorang terinfeksi influenza.
Selain influenza, orang dewasa juga dapat memperoleh vaksin pneumokokus atau PCV untuk membantu mencegah penyakit akibat infeksi pneumokokus, termasuk pneumonia. Sementara itu, vaksin HPV menjadi salah satu bentuk pencegahan penting, terutama bagi perempuan, karena dapat membantu mencegah infeksi Human Papillomavirus yang berkaitan dengan kanker serviks.
| Baca juga: Kebiasaan Menggigit Jari pada Anak |
dr. Ari juga mengingatkan bahwa anggapan imunisasi hanya diperlukan ketika masih bayi merupakan salah satu mitos yang perlu diluruskan. Demikian pula anggapan bahwa terlambat mendapatkan imunisasi berarti sudah tidak ada gunanya, karena sejumlah vaksin masih dapat diberikan melalui program imunisasi kejar atau catch up setelah terlebih dahulu dinilai oleh tenaga kesehatan.
Ia menambahkan, vaksinasi tidak selalu memberikan perlindungan 100 persen dari infeksi. Namun, imunisasi dapat membantu mengurangi risiko penyakit menjadi berat maupun munculnya komplikasi, sehingga manfaatnya tetap penting sebagai bagian dari pencegahan.
Terkait efek setelah imunisasi, dr. Ari mengatakan masyarakat tidak perlu langsung panik apabila muncul reaksi ringan. Namun, jika terjadi reaksi alergi berat atau kondisi yang mengkhawatirkan, penerima vaksin perlu segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, terlebih bagi orang dengan kondisi tertentu seperti gangguan sistem imun, sedang menjalani kemoterapi, memiliki penyakit kronis, atau sedang mengalami sakit berat.
Menjelang akhir dialog, dr. Ari mengajak masyarakat untuk kembali memeriksa status imunisasi seluruh anggota keluarga. “Anak-anak kita membutuhkan imunisasi yang lengkap dan tepat waktu, sedangkan dewasa tetap membutuhkan vaksin sesuai usia, riwayat, kondisi, risiko, maupun perjalanan,” katanya. (Hil)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....