Air Minum yang Tepat untuk Pasien Gagal Ginjal
- 30 Agt 2026 21:40 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Pasien gagal ginjal perlu lebih cermat memilih sekaligus mengatur konsumsi air minum. Bukan berarti semua air harus dihindari, tetapi jumlah cairan yang masuk ke tubuh perlu disesuaikan dengan kondisi ginjal dan anjuran tenaga kesehatan.
Pada pasien penyakit ginjal kronik, terutama yang menjalani hemodialisis, kemampuan tubuh membuang kelebihan cairan melalui urine menurun. Akibatnya, terlalu banyak minum dapat menyebabkan cairan menumpuk dan memicu pembengkakan hingga sesak napas.
Penelitian Ahmad Nurudin dan Dwi Retno Sulistyaningsih dari Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung Semarang berjudul “Hubungan antara Lama Menjalani Terapi Hemodialisis dengan Kepatuhan Asupan Cairan pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik”, yang diterbitkan dalam Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah pada 2018, menyebut asupan cairan pasien penyakit ginjal kronik sangat dibatasi untuk mencegah penumpukan cairan.
Karena itu, air putih umumnya tetap dapat dikonsumsi, tetapi jumlahnya harus mengikuti batas cairan yang diberikan dokter atau ahli gizi. Pasien juga perlu menghitung cairan dari sumber lain, seperti kuah, susu, es, teh, kopi, dan minuman lainnya.
Penelitian Foulla Givfa Ringgani, Arie Krisnasary, dan Kamsiah Kamsiah dalam International Journal of Natural and Dietary Sciences tahun 2024 juga menjelaskan bahwa asupan cairan pasien hemodialisis dibatasi sekitar 500 mililiter ditambah jumlah urine yang dikeluarkan. Artinya, tidak ada satu jenis air minum yang otomatis aman dalam jumlah bebas bagi seluruh pasien gagal ginjal.
Kebutuhan cairan setiap pasien dapat berbeda, sehingga pengaturannya sebaiknya mengikuti kondisi klinis, jumlah urine, terapi hemodialisis, serta rekomendasi dokter. Bagi pasien gagal ginjal, menjaga jumlah cairan sama pentingnya dengan memperhatikan jenis minuman.
Hindari kebiasaan minum berlebihan hanya karena merasa haus Konsultasikan batas asupan harian kepada tenaga kesehatan yang menangani. (Arifin)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....