Bahaya Perokok Pasif bagi Kesehatan

  • 26 Agt 2026 09:15 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID Surakarta - Perokok pasif adalah seseorang yang tidak merokok, tetapi menghirup asap rokok dari orang lain yang sedang merokok. Asap tersebut berasal dari asap yang dihasilkan saat rokok dibakar maupun asap yang diembuskan oleh perokok. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, asap rokok mengandung sekitar 7.000 zat kimia dan sebagian di antaranya dapat membahayakan kesehatan. Paparan tersebut dapat terjadi di berbagai tempat, terutama di rumah, tempat kerja, kendaraan, maupun ruang publik yang memungkinkan aktivitas merokok. Oleh karena itu, seseorang yang tidak merokok tetap dapat mengalami dampak kesehatan meskipun tidak pernah menghisap rokok secara langsung.

Bahaya asap rokok bagi perokok pasif tidak dapat dianggap sepele karena tidak ada tingkat paparan yang benar-benar aman. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa tidak ada tingkat paparan asap rokok pasif yang aman dan paparan tersebut dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular serta penyakit pernapasan serius. Bahkan, paparan dalam waktu singkat dapat menimbulkan dampak buruk terhadap tubuh. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan bahwa paparan singkat sekalipun dapat memberikan dampak kesehatan yang merugikan. Hal ini menunjukkan bahwa menjauh dari asap rokok bukan sekadar persoalan kenyamanan, tetapi merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan.

Salah satu dampak serius perokok pasif adalah meningkatnya risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Asap rokok dapat mengganggu fungsi normal jantung dan pembuluh darah sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke. Menurut CDC, orang dewasa yang tidak merokok tetapi terpapar asap rokok memiliki risiko penyakit jantung koroner sekitar 25–30 persen lebih tinggi. Paparan tersebut juga dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke sekitar 20–30 persen pada orang yang tidak merokok. Selain itu, WHO menegaskan bahwa paparan asap rokok pasif dapat menyebabkan penyakit jantung, kanker, dan berbagai penyakit lainnya, bahkan pada orang yang tidak merokok.

Selain berdampak pada jantung, asap rokok juga dapat merusak sistem pernapasan dan meningkatkan risiko kanker paru-paru. Orang yang tidak merokok tetapi sering terpapar asap rokok dapat menghirup berbagai zat beracun dan zat penyebab kanker yang terdapat dalam asap tembakau. CDC menyebutkan bahwa asap rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia, termasuk ratusan zat beracun dan sekitar 70 zat yang dapat menyebabkan kanker. Pada orang dewasa yang tidak merokok, paparan asap rokok meningkatkan risiko kanker paru-paru sekitar 20–30 persen. Paparan jangka panjang juga dapat menyebabkan gangguan pernapasan serta memperburuk kondisi kesehatan paru-paru.

Kelompok yang sangat rentan terhadap bahaya perokok pasif adalah bayi, anak-anak, dan ibu hamil. Anak-anak yang terpapar asap rokok memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi saluran pernapasan, bronkitis, pneumonia, infeksi telinga, serta serangan asma yang lebih sering dan berat. Pada bayi, paparan asap rokok juga dikaitkan dengan peningkatan risiko Sudden Infant Death Syndrome atau sindrom kematian bayi mendadak. Ibu hamil yang terpapar asap rokok juga berisiko mengalami dampak kehamilan, termasuk melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Karena itu, menciptakan lingkungan bebas asap rokok sangat penting untuk melindungi kelompok yang belum mampu melindungi dirinya sendiri dari paparan tersebut.

Bahaya perokok pasif pada akhirnya menunjukkan bahwa persoalan merokok bukan hanya menyangkut kesehatan individu yang merokok, tetapi juga kesehatan orang-orang di sekitarnya. WHO memperkirakan bahwa paparan asap rokok pasif menyebabkan lebih dari 1,6 juta kematian dini setiap tahun pada orang yang tidak merokok. Upaya perlindungan dapat dilakukan dengan tidak merokok di dalam rumah, kendaraan, tempat kerja, maupun ruang tertutup lainnya, serta menjauhkan anak-anak dan ibu hamil dari lingkungan yang penuh asap rokok. Lingkungan yang sepenuhnya bebas asap rokok merupakan cara paling efektif untuk mencegah paparan karena sekadar membuka jendela atau memisahkan area merokok tidak selalu menghilangkan risikonya. Dengan meningkatkan kesadaran dan menerapkan lingkungan bebas asap rokok, masyarakat dapat bersama-sama mengurangi dampak kesehatan yang sebenarnya dapat dicegah tersebut. (Rosita-LPU)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....