Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Overthinking

  • 30 Jun 2026 22:01 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta: Pikiran yang terus berputar tanpa henti sering kali disebut sebagai overthinking. Kondisi ini membuat seseorang menghabiskan banyak waktu memikirkan masalah, kemungkinan terburuk, atau keputusan yang belum tentu terjadi. Jika dibiarkan, overthinking dapat mengganggu aktivitas sehari-hari hingga memengaruhi kesehatan mental.

Overthinking umumnya dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari tekanan pekerjaan, tuntutan akademik, pengalaman masa lalu, rasa takut gagal, hingga rendahnya kepercayaan diri. Seseorang yang terbiasa mencari kesempurnaan juga lebih rentan terjebak dalam pola pikir berlebihan. Akibatnya, pikiran terus mengulang berbagai kemungkinan tanpa menghasilkan solusi yang nyata.

Temuan penelitian berjudul Overthinking Pada Mahasiswa: Analisis Perbandingan Mahasiswa Tingkat Awal dan Tingkat Akhir yang ditulis Dea Ivanka dan Muhammad Putra Dinata Saragi dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, serta diterbitkan dalam GUIDENA: Journal of Education, Psychology, Guidance and Counseling tahun 2023.

Penelitian ini menunjukkan bahwa overthinking banyak dipengaruhi oleh tekanan akademik, ketidakpastian masa depan, dan kecenderungan seseorang mengulang pikiran negatif secara terus-menerus. Penelitian tersebut juga menegaskan bahwa pola pikir berlebihan dapat meningkatkan kecemasan apabila tidak dikelola dengan baik.

Kajian lain dari Farah Octa Suroiyya dan Bakhrudin All Habsy dalam Jurnal BK UNESA tahun 2024 menjelaskan bahwa overthinking bukan hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga dapat memicu stres, gangguan tidur, sulit berkonsentrasi, hingga keluhan fisik seperti sakit kepala dan gangguan pencernaan.

Kabar baiknya, overthinking dapat dikendalikan. Salah satu caranya adalah membatasi waktu untuk memikirkan suatu masalah, kemudian mengalihkan fokus pada tindakan yang benar-benar bisa dilakukan. Menuliskan isi pikiran dalam jurnal harian juga dapat membantu mengurai kekhawatiran agar tidak terus berputar di kepala.

Selain itu, teknik relaksasi seperti pernapasan dalam, mindfulness, olahraga ringan, dan menjaga kualitas tidur terbukti membantu menurunkan tingkat kecemasan.

Apabila pikiran berlebihan sudah mengganggu pekerjaan, hubungan sosial, atau berlangsung dalam waktu lama, berkonsultasi dengan psikolog menjadi langkah yang tepat agar memperoleh penanganan sesuai kebutuhan. (Arifin)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....