UNS Akselerasi Hilirisasi Inovasi Alat Kesehatan lewat Science Park
- 19 Jun 2026 12:36 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta resmi membuka rangkaian acara Health Ecosystem Week di Fakultas Teknik, Kamis, 18 Juni 2026. Ajang berskala internasional ini mempertemukan berbagai pihak dari sektor akademisi, pemerintah, asosiasi kesehatan, hingga pelaku industri untuk mendorong kemandirian alat kesehatan nasional.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata menjembatani kesenjangan antara hasil riset di perguruan tinggi dengan tahap komersialisasi di masyarakat. Kehadiran inovasi medis dari bangku perkuliahan diharapkan tidak hanya berhenti pada publikasi jurnal, tetapi dapat dihilirisasi menjadi produk alat kesehatan yang berdaya guna dan bernilai ekonomi tinggi.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian UNS, Prof. Fitria Rahmawati, menegaskan komitmen institusinya dalam mendorong inovasi riset.
"Saat ini masih ada jarak antara hasil riset di perguruan tinggi dengan tahap hilirisasi. Kami berharap kolaborasi ini bisa menjadi jembatan agar inovasi kita bisa tersalurkan." ujarnya.
Dalam menunjang proses hilirisasi tersebut, tantangan terbesar yang dihadapi para peneliti adalah memenuhi standar Tingkat Kesiapan Teknologi level enam hingga sembilan.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, rektorat telah menjadikan riset kesehatan dan pembentukan area khusus ekosistem teknologi inovasi sebagai prioritas utama kampus pada tahun ini.
Kepala Pusat Kebijakan Sistem Sumber Daya Kesehatan BKPK Kemenkes, Lupi Trilaksono, menekankan pentingnya kemandirian bangsa agar siap menghadapi kompleksitas masalah medis.
"Hal yang paling ditekankan adalah kemandirian bangsa terhadap teknologi kesehatan. Kita tidak ingin mengulangi sejarah saat pandemi lalu di mana kita kurang siap." katanya.
Oleh sebab itu, regulasi yang tepat dari pemerintah akan terus disempurnakan demi mengakomodasi seluruh sektor kesehatan secara terintegrasi.
Sinergi lintas sektoral ini dinilai mutlak diperlukan untuk menciptakan iklim pengembangan teknologi yang tidak hanya fokus pada penyakit menular, namun juga pada masalah kesehatan akibat dampak perubahan iklim global.
Melalui kolaborasi komprehensif ini, pembangunan fasilitas Science Techno Park di UNS diharapkan dapat menjadi pusat inovasi yang berkelanjutan.
Transformasi riset kesehatan nasional ini diproyeksikan mampu mendongkrak pendapatan institusi pendidikan sekaligus menjamin ketersediaan perangkat medis buatan dalam negeri dengan kualitas tinggi. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....